Communication Awards “Antarlina” yang Melekat dan Menghilang


Dokumen Nuansa
Nuansa Online- Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (KOMAKOM UMY) kembali menyelenggarakan Communication Awards pada Selasa (04/12) bertempat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Tahun ini adalah tahun ke 13 penyelenggaraan Communication Awards yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun KOMAKOM ke-22. Communication Awards (CA) adalah salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan KOMAKOM UMY. CA sendiri merupakan kompetisi tingkat nasional sekaligus sebagai ajang apresisasi seluruh mahasiswa Indonesia di bidang komunikasi. Penyelenggara CA tahun ini memiliki empat kompetisi yaitu Print AD , FFG ( Festival Film Gadget ), Integrated Campaign, dan PR Nation.

CA kali ini mengusung tema “ Antarlina” yang mempunyai arti melekat dan menghilang dalam bahasa Sansekerta. Tema ini diambil sebagai penggambaran keadaan bahasa daerah di Indonesia yang beragam namun sedikit demi sedikit mulai memudar.

“Pemilihan tema biasanya dari isu isu sensitif. Tema bahasa terpikirkan melihat dari keseharian teman- teman sekitar yang bayak tidak menguasai bahasa daerahnya masing-masing,” ujar Dirja mahasiwa Ilmu Komunikasi UMY 2016 selaku ketua CA tahun ini.

Apresiasi terlihat dari jumlah peserta yang 500 orang dari semua kategori kompetisi. Selain dari peserta, apresiasi juga disampaikan oleh Titin Purwaningsih selaku Dekan Fisipol UMY. Dalam sambutannya, ia sangat bangga terhadap Komakom beserta panitia yang mampu mengemas berbagai perlombaan menarik dalam rangkaian acaranya yang bertajuk isu bahasa.

“Untuk anak-anak jaman now membaca itu tidak menarik sehingga kemudian perlu disampaikan dalam audio visual sehingga lebih mengena,” tutur Titin Purwaningsih dalam sambutnya.

Ia berharap agar bahasa daerah menjadi perhatian semua pihak dan dilestarikan bersama. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Teresa Tiffany Kartono dari Universitas Kristen Petra Surabaya melalui Print AD buatannya degan judul AYAM. Dalam karyanya yang berhasil memperoleh juara kedua ini, Tifany menjelaskan bahwa bahasa daerah bukanlah satu bahasa lokal dalam satu daerah saja melainkan bahasa universal, yang bisa dipahami oleh semua orang. Ia menganalogikan bahasa daerah seperti bahasa ayam yang hanya dapat dimengerti oleh dirinya, sedangkan hewan lain memiliki behasanya sendiri. Melalui karyanya ia ingin menyampaikan bahwa setiap orang harus menguasai bahasa daerah masing-masing agar tidak kehilangan jati diri atau identitas.

“Kalau misalya seseorang berbicara tidak dengan bahasa daerahnya atau menggunakan bahasa daerah orang lain maka orang itu akan kehilangan identitasnya” tutur Tiffany.

Kuncoro dan Rizki Putra juga menyampaikan harapan yang sama melalui karyanya dengan judul ”Dangdut” yang merupakan peraih juara tiga di kompetisi Print Ad. Dalam karya ini mereka berharap bahwa budaya populer saat ini bisa digunakan dengan bijak. Selain itu mereka ingin menunjukan bahwa budaya populer juga bisa menjadi media kampanye pelestarian bahasa daerah Indonesia. Tetapi dalam film pendek berjudul “ACENG” peraih “Ide Cerita Terbaik” dalam FFG CA ini mempunyai pesan lain dari sudut pandang yang berbeda mengenai krisis bahasa daerah di Indonesia saat ini.

“Ada keinginan pribadi untuk menceritakan kegelisahan ini, dimana ada orang Sunda yang antipatif terhadap logat orang Jawa yang medok. Karena yang kita ingin angkat disini, permasalahan bahasa justru bukan pada kosakata, tapi justru bagaimana kita mentoleransi bahasa-bahasa daerah yang beragam,” ungkap Ridho Muwahid Billah, Sutradara dalam Film “ACENG”.

“Secara umum untuk CA saya berharap kedepannya bisa menjadi lebarannya anak komunikasi UMY. Ini menjadi festival yang dirayakan oleh mahasiswa komunikasi UMY, baik angkatan yang masih aktif maupun tidak. Juga semua Badan Semi Otonom Ilmu Komunikasi (BSO IK) seperti Fotka, Ciko dan Ikom Radio bisa show off di sini semua,” ucap dosen Ilmu Komunikasi UMY, Erwan Sudiwijaya. Abd Dirja Najhalidi selaku ketua Communication Awards 2018 berharap CA mampu di tingkat ASEAN maupun Internasional.  (apw,el)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar