Mimi Sehat, Inovasi Bed Untuk Menekan jumlah Pressure Ulcer


Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4120437/mahasiswa-umy-ciptakan-kasur-pintar-berteknologi-miring-miring-sehat

Nuansa Online- Saat ini masalah pressure ulcer menjadi masalah global dimana kejadiannya terus meningkat hingga patut untuk diwaspadai. Pressure ulcer adalah luka tekan yang biasanya disebabkan karena terjadinya tekanan/gesekan antara tempat tidur dan kulit pasien yang berbaring dalam jangka waktu lama. Pressure ulcer merupakan kondisi yang harus dihadapi oleh pasien dengan penyakit kronis, kondisi lemah, kelumpuhan dan bahkan hal ini menjadi penderitaan bagi pasien yang dirawat inap cukup lama di rumah sakit.

Smeltzer (2002) menyatakan 1,7 juta orang di dunia setiap tahunnya mengalami pressure ulcer. Angka pressure ulcer di RS Dr Sardjito Yogyakarta per Oktober 2001 untuk pasien yang bedrest total mencapai 40%  (Purwaningsih, 2001). Sementara di Amerika setiap tahunnya 60.000 pasien meninggal karena komplikasi dari pressure ulcer di rumah sakit. Di Indonesia sendiri masalah pressure ulcer mencapai angka 33.3%.  Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan insiden pressure ulcer di ASEAN yang hanya berkisar 2.1-31.3 %.

Mencegah masalah tersebut sangatlah penting karena tidak hanya melindungi pasien dari hal yang berbahaya, namun juga dapat mengurangi biaya perawatan pasien. Menanggapi hal tersebut salah satu kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuat inovasi berupa BED yang dapat membantu pergerakan pasien. Inovasi ini dinamai MIMI SEHAT (Miring-Miring Sehat). Dengan tagline Bed Pintar Untuk Tindakan Pencegahan Terjadinya Pressure Ulser di Perawatan Rumah Sakit. Penemuan Bed ini sebenarnya berawal dari PKM-KC yang bernama SEBARET yang sempat masuk dalam PIMNAS 30. Namun SEBARET (Smart Armsbed for Decubitus) ini tidak memiliki hasil yang optimal sehingga inovasi Bed. Kemudian diupgrade kembali pada PKM-T yang kemudian diberi nama Mimi Sehat. Tujuan pembuatan Mimi Sehat dan Sebaret sama yaitu untuk pencegahan pressure ulcer dan dekubitus. Dekubitus merupakan masalah akut yang sering terjadi pada situasi perawatan pemulihan. Gangguan ini terjadi pada individu yang mengalami tirah baring lama serta mengalami gangguan tingkat kesadaran.

Selain hal di atas, pembuatan Mimi Sehat juga didukung oleh pengalaman pribadi kakek dari Indah Septianing Tias (Keperawatan 2015) yang sempat mengalami ptrssure ulcer karena terlalu lama dirawat.

“Prinsip kerja Bed ini ada dua yaitu manual dan otomatis, untuk yang manual tersedia remote untuk memiringkan kasur ke kanan dan ke kiri. Ketika Bed ingin dimiringkan ke salah satu sisi maka Bed harus berada dalam posisi datar, yang mana sudah ada sensor dalam Bed untuk mengatasi hal tersebut, dan untuk otomatis maka Bed akan mengubah posisi kekanan dan kekiri dengan jeda 20 menit setiap perubahan posisi,” ungkap Indah salah satu personil PKM-T Mimi Sehat.

Alat pengendali ini juga memanfaatkan sistem mikrokontroler yang dapat diakses melalui aplikasi android.  “Ada aktuator yang mendorong poros, dan poros itu yang nantinya menggerakan Bedsehingga Bed nya bisa miring,” tambah Faiz Evan (Teknik Mesin 2015) mengenai prinsip kerja Bed Mimi Sehat.

Dilansir dari berita UMY bahwa Suharli (Teknik Mesin 2016) sebagai ketua tim PKM-T ini berharap Mimi Sehat mampu menjadi bed kesehatan yang inovatif sehingga dapat menekan angka kejadian pressure ulcer secara berkala. 

"Kami berharap setiap rumah sakit di Indonesia dapat memiliki bed MIMI SEHAT ini karena biaya produksi MIMI SEHAT yang lebih murah dari bed anti-pressure ulcer lainnya,” ungkap Suharli.

Anggota tim PKM-T UMY Mimi Sehat ini diantaranya ada Suharli (Teknik Mesin 2016) sebagai ketua, Muhammad Nabil Dhiyaulhaq D. (Teknik Mesin 2015), Faiz Evan Saputra (Teknik Mesin 2015), Indah Septianing Tias (Keperawatan 2015), dan Ari Wahyudi Putra (Keperawatan 2015) dengan Ir. Aris Widyo Nugroho, M.T ., Ph.D selaku dosen pembimbing. Karya tim MIMI SEHAT ini berhasil mendapatkan juara III untuk poster setara dengan perunggu pada PIMNAS 2018. Tim ini nantinya akan bekerjasama dengan M-One Technology milik SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo untuk membuat bed ini dikomersialkan.(APW)


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar