Closing Ceremony Gebyar Government Menampilkan Banyak Hiburan



Nuansa Online - Closing Ceremony Gebyar Government 2018 digelar meriah di Lapangan Bintang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (3/11).  Pada tahun ini, Closing Ceremony Gebyar Government mengusung tema ‘Ragam Aksi Generasi Masa Kini’. Acara ini dilakukan sebagai penutup rangkaian acara yang dilakukan sejak bulan Oktober lalu yang di inisiasi oleh Korp Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Komap).

Acara ini dimulai dengan sambutan dari ketua panitia Gebyar Government 2018, Iqbal Haedar Natsir dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Komap, Nanang Yulian Pranata. Adapun harapan Nanang pada acara ini dapat digelar di setiap tahunnya. Dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan, Dr. Muchamad Zaenuri yang sekaligus secara resmi menutup Gebyar Government 2018.

Dilanjutkan dengan pembacaan puisi dari Dwi Urip Setyoaji, kemudian penampilan dari Keluarga Mahasiswa Minangkabau yang menampilkan tari piring serta pengumuman penghargaan  untuk dosen favorit Ilmu Pemerintahan. Adapun terbagi 2 kategori pada pengumuman penghargaan ini. Yaitu untuk dosen perempuan dan dosen laki-laki. Untuk dosen perempuan diberikan kepada Ane Permatasari S.IP., MA dan dosen laki laki diberikan kepada Dr. Inu Kencana Syafiie, M. Si.

Pada Closing Ceremony Gebyar Government 2018 ini, menghadirkan penampilan dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Dimulai dengan Kalengans Artsas Band yang bernyanyi menggunakan bahasa daerah dan diiringi puisi dari penari latar. Kemudian ada Eme Eme Kokoda yang menampilkan pantomim yang disertai dengan musikalisasi puisi. Menyusul Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara (Himsu) yang menampilkan tarian tor tor di iringi lagu khas daerah dari Sumatera Utara yaitu Sinanggar Tulo yang mengundang penonton untuk menari juga. Keragaman penampilan tersebut disesuaikan dengan tema besar yang diusung yaitu Ragam Aksi Masa Kini.

Salah satu dari pengunjung yang hadir memberikan tanggapan yang positif terhadap acara ini. “Mereka nampilin dari banyak suku daerah, bagus. Harapannya para pemuda lebih positif lagi melalui acara ini”. kata Elza dari Hubungan Internasional. Selain dari pengunjung yang hadir, dari Ketua Panitia Gebyar Government 2018 juga memberikan kesan terhadap acara ini. “Setelah melihat acara ini, diharapkan bisa memberikan contoh krpada semua elemen masyarakat terhadap generasi masa kini. Tidak harus semua terpaku pada gadget. Sehingga bisa menerapkan berbagai aksi seperti musikalisasi puisi, tari tradisional, pantomime, dan lain lain”.  

Iqbal juga menjelaskan bahwa perbedaan acara ini dengan yang lainnya yaitu dilakukan dengan tujuan kepada kalangan anak muda contoh organisasi eksternal kampus. Karena selama ini tidak adanya diskusi dengan organisasi eksternal kampus. Sehingga diinisiasikanlah Forum Group Discussion (FGD) bersama lembaga eksternal Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menjadi salah satu rangkaian acara Gebyar Government 2018 .

Hiburan diselingi dengan penampilan dari Band Asam Lambung dengan keunikan lirik lagu yang menjadi ciri khas musik mereka. Dilanjutkan dengan penghargaan pada partisipan Social Day. Kategori pemenang dinilai dari kekompakan tim, kreatifitas, dan keaktifan dalam melakukan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa baru 2018. Dan dilanjutkan dengan acara puncak yang di isi oleh Fajar Merah dan Kolaborasi FISIPOL UMY. (NBL, DRI)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar