Candra Kusuma, Mapres UMY 2018 Yang Selalu Ingin Berbagi Kebaikan

  
 

Sumber : Dokumen Pribadi

(Nuansa Online)- Candra Kusuma, mahasiswa jurusan Manajemen 2015, yang dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tahun 2018 ini memang sosok yang menginspirasi. Terlihat dari capaian-capaian prestasinya yang telah ditorehkan di kancah universitas, regional, nasional, maupun internasional. Karena penghargaan yang diberikan kepada Candra itu mendorongnya untuk membuat nama kampus menjadi lebih baik ke depannya. Walaupun, Candra telah menjadi mapres universitas, dia juga menduduki peringkat enam mahasiswa berprestasi kopertis yang mencakup perguruan tinggi swasta di regional Yogyakarta. Selain menjadi mahasiswa berpretasi, Candra juga pernah menjadi ketua GESFID FEB UMY. 

 “Kami dari mapres dan para finalis mapres, ingin mapres di tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin. Entah itu dari struktur pemilihannya maupun dari segi kualitas mapres itu sendiri. Misalnya, kami mengajak diskusi orang-orang yang sekiranya menjadi calon mapres. Karena di UMY itu sedikit orang yang ambisius jadi mudah dalam pencarian calon mapres. Kita ajak diskusi, bagaimana mapres kedepannya,” paparnya. 

Pesan dari Mapres untuk Kampus

Candra berpesan untuk kampus, kedepannya mapres itu seharusnya lebih dikenal diawal oleh mahasiswa, seperti diperkenalkan saat Masa Ta’aruf (Mataf). Selain itu, Ada pembinaan mapres. Misalnya ada kerjasama dari pihak kampus dengan lembaga-lembaga terkait, untuk mempersiapkan mapres di tahun selanjutnya dan support pendanaan untuk lomba.

 “Mapres membutuhkan tempat eksklusivitas dalam hal sama-sama mengejar kebaikan. Bukannya untuk kesombongan tetapi untuk mengejar kebaikan. Karena saya melihat kurangnya jiwa kompetitif di UMY. Atmosfir kompetitif di UMY itu harus dibangun,” tutur Candra 

            Hal ini bisa diperoleh misalnya dengan pemajangan mapres di Prodi ataupun Fakultas. Ketika ada publikasi seperti itu, jangan dipandang menjadi sesuatu yang negatif tapi dipandang sebagai sesuatu yang positif. Jadi dapat meningkatkan atmosfir kompetitif di UMY sendiri. 

Cara lain yang dapat ditempuh adalah melalui penyingkronan antara lembaga kampus dengan mahasiswanya. Seperti dari BEM Universitas atau BEM Fakultas yang mewadahi mahasiswa, maupun mahasiswa yang harus mempunyai rasa itu sendiri. Misalnya memfasilitasi mapres untuk berbagi pengetahuannya kepada mahasiswa lainnya, karena mahasiswa yang mendapat akses ke mapres itu sedikit. Padahal harusnya bisa sama-sama belajar

Pesan dari Mapres untuk Mahasiswa

“Mahasiswa itu harus hidup dengan mimpi, harus jadi ambisius, harus jadi mahasiswa yang idealis. Karena jika mahasiswa dari semester muda itu tidak idealis, maka dia tidak bisa membuat sesuatu yang ideal bagi hidupnya di kampus. Walaupun kadang kita kurang suka dengan orang idealis dan ambisius, tapi itu perlu. Jadi milikilah impian,” ungkap Candra

Meski begitu, ia juga menyarankan bahwa seorang mahasiswa harus memiliki basic spiritual yang kuat. Jadi ketika ingin mengejar sebuah mimpi itu tujuannya untuk kebaikan, untuk menyebarkan aspek-aspek keislamanan, dan menginspirasi. 

“Ketika sudah memegang dua hal tersebut, itu bagus. Jadi ambisi itu harus diarahkan atas dasar-dasar islam. Jadi apa yang dicapai di dunia, tujuannya bukan untuk di dunia, tetapi di akhirat. Biasanya yang seperti itu yang dimudahkan, tidak hanya dikampus tapi juga untuk kehidupan selanjutnya,” tutup Chandra. (YPM)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar