Ayo Ciptakan Indonesia Sehat

sumber: https://id.pinterest.com/pin/371265563028767673/


Oleh: 
Fikri Manalani Kurniasari 
Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam 2017

Adanya kasus yang belum lama ini beredar, sekitar awal bulan November 2018 kemarin, sungguh mengejutkan. Tidak mampu diprediksi oleh akal. Kasus remaja yang minum air rebusan pembalut wanita ini membuat Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) ini geleng-geleng kepala. Tidak lain dan tidak bukan, tujuan mereka adalah untuk membuat dirinya nge-fly. Maka dari itu, hal ini perlu adanya penangan dan perhatian serius dari pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pada era digital ini, yang mana perkembangan teknologi semakin tinggi, anak-anak perlu adanya penjagaan yang ketat. Terlebih pada usia yang masih rentang terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Dalam konteks ini, pengaruh yang paling utama dalam proses perkembangan anak adalah orang tua atau lingkungan keluarganya. Karena selama 24 jam kehidupan anak, adalah berlingkup pada keluarga. Mulai dari anak bangun tidur, sampai anak tidur kembali, yang ia lihat adalah keluarganya.

Era revolusi industri ke-4 adalah sebuah perubahan yang mengubah seluruh tatanan aspek kehidupan. Dimana pada era ini, segala aspek kehidupan dituntut untuk mengikuti arus zaman yang berjalan. Dan bahkan secara tidak langsung, sebenarnya manusia dituntut zaman untuk berubah. Bukan lagi manusia yang mengubah zaman, tetapi zamanlah yang mengubah manusia dari potensi dirinya. Hal inilah yang menyebabkan adanya pergeseran terhadap tatanan kehidupan manusia pada umumnya.

Kembali pada kasus bahasan. Banyaknya terjadi pergeseran perilaku dan pergaulan dilingkup remaja ini diakibatkan oleh perubahan akan tatanan kehidupan. Dalam kasus ini, perkembangan zaman menjadi faktor utamanya. Terlebih pada perkembangan dibidang teknologi dan informasi. Dimana, kita dengan mudah dapat mengakses informasi apapun melalui gadged. Tanpa memandang usia, segala informasi yang tersebar di internet dapat dilihat oleh semua kalangan. Tidak adanya filterisasi akan informasi yang beredar, yang mampu mengubah pola pikir anak. Misalkan masalah konten. Banyak konten yang tidak dipertanggung jawabkan beredar begitu saja dan menjadi konsumsi public. Anak usia dini dapat dengan mudah melihat konten yang tidak sesuai dengan usianya. Hal ini lah yang menyebabkan banyak terjadi penyimpangan dalam konteks kehidupan anak.

Melihat perubahan kehidupan yang semakin tidak dapat dicegah, perlu adanya pengawasan intens dari orang tua terhadap anak. Terlebih lagi cara mendidik orang tua kepada anak, perlu adanya kritikan keras. Yang mana, orang tua kini dengan mudah memberikan gadged kepada anak. Selain itu, anak juga diberi kebebasan penuh dari orang tuanya tanpa ada pengawasan yang ketat. Akibatnya banyak anak-anak yang terpeleset ke pergaulan yang salah.
Dari kasus tersebut, saya menyarankan kepada para orang tua, untuk lebih memperhatikan perkembangan anaknya. Kadang anak membuat kesalahan karena ia ingin mendapat perhatian dari orang tuanya. Maka dari itu, orang tua haruslah lebih banyak meluangkan waktu untuk anaknya, terlebih ibu. Selain itu, orang tua juga harus bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh anak. Didikan, kasih sayang, perhatian, komunikasi yang inten, dan bahkan menjadi seorang sahabat untuk anaknya. Karena sejatinya, kasih sayang yang paling utama dibutuhkan oleh anak adalah perhatian dari orang tuanya, bukan dalam bentuk materi.


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar