Menang Tiga Periode Berturut-turut, Pemilu FISIPOL 2018 PAM Cabut Berkas

Nuansa Online - Tiga periode menjadi pemenang Pemilihan Umum (PEMILU) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) sebelumnya, Jumat (28/9) Partai Amanat Mahasiswa (PAM) mengajukan surat penarikan berkas yang ditujukkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 2018/2019. Dengan artian pada Pemilu FISIPOL 2018, PAM tidak turut serta dalam kontestasi tersebut.
Press Release surat pencabutan berkas tersebutelah dimuat melalui media akunInstagram KPU FISIPOL UMY pada Sabtu (29/9). Dalam surat pencabutan berkas tersebut berisi pernyataan bahwa Partai Amanat Mahasiswa (PAM) FISIPOL UMY menarik seluruh berkas Pasangan Calon Gubernur dan Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIPOL UMY 2018/2019 yang pada saat itu masih dalam proses verifikasi.
Sekjen Partai Amanat Mahasiswa (PAM) Rakryan Wijdaan Dhiya Ulhaq mengatakan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan hasil musyawarah. "Keputusan yang kita ambil itu memang sudah hasil dari musyawarahnya seperti itu, PAM ingin memperbaiki untuk menjadikan partai lebih baik secara internal." jelas Rakryan.
Terkait isu-isu yang beredar mengenai konflik internal dan koalisi dengan Partai Demokrasi Mahasiswa (PDM) Rakryan membantah hal tersebut.
“Untuk alasan-alasan atau isu-isu yang keluar itu sebenernya kurang benar, itukan isu yang dibentuk dari beberapa pihak yang membuat opini dengan adanya pencabutan berkas dari PAM sendiri. Alasannya ya untuk memperbaiki lebih baik lagi. Kita menginginkan partai itu dari dilantik sampai LPJ atau mubesnya itu aktif karena kita partai yang hidup dari mahasiswa kita harus idealis dan memberdayakan mahasiswa, tidak hanya aktif dalam pemilu saja.” sambung Rakryan.
Sumber: akun Instagram @kpufisipolumy18

Untuk kontribusi kedepannya PAM seperti yang tertera dalam surat pencabutan berkas bahwa PAM akan tetap berpartisipasi secara aktif dalam pemilu FISIPOL. Menurut Rakryan dalam Pemilu FISIPOL, PAM akan tetap aktif dengan artian tetap berkontribusi seperti mengkritik apabila dari KPU, Cagub, Cawagub, dan DPM yang diusung terdapat kesalahan atau visi dan misinya tidak sesuai.
Dari pihak KPU FISIPOL juga menyayangkan penarikan berkas yang dilakukan oleh PAM. Namun, ternyata beberapa saat setelah pencabutan berkas itu dilakukan PAM justru ingin kembali bergabung dalam pemilu.
Muhammad Hafiludin selaku ketua KPU FISIPOL menegaskan bahwa KPU tidak bisa menerima pengajuan berkas PAM itu kembali.
“Dari KPU sendiri ada ketegasan untuk itu, agar menjadi pelajaran juga buat partai-partai yang lain agar ketika mengambil keputusan tidak tergesa-gesa.” Tegas Hafiludin.
Dari pihak KPU FSIPOL menerangkan bahwa penarikan berkas tersebut mungkin karena ada masalah internal. “Yang kami tahu mereka menarik diri itu mungkin karena ada masalah di internalnya, untuk lebih dalamnya itu kami tidak berani bertanya kepada mereka karena itu privasi untuk PAM sendirinya.” Jelas Hafiluddin kepada Nuansa.
Menanggapi pernyataan dalam surat pencabutan berkas bahwa PAM akan tetap berkontribusi dalam pemilu FISIPOL, Aditya selaku ketua dari PISIPOL berharap untuk kedepannya untuk semua partai dapat berpartisipasi lagi dengan baik, “Untuk kedepannya harapan saya semua partai bisa ikut berpartisipasi di pemilu FISIPOL ini sendiri.” Jelas Aditya.(ptr, zky)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar