Kurang Diketahui Mahasiswa Baru, Panitia FWS Masifkan Publikasi



Nuansa Online - Setelah mengalami beberapa kali pemunduran jadwal, Panitia Frosh Week Student Fest (FWS) atau yang sebelumnya dikenal sebagai UMY Fair akhirnya telah menemukan kesepakatan. Hari pelaksanaan FWS disepakati pada tanggal 3-4 Oktober 2018 bertempatan di Lapangan Bintang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Lapbin UMY).  Kemunduran beberapa kali terjadi karena beberapa alasan dan pertimbangan.

Lokasi FWS tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang bertempatan di Sprtorium UMY, hal tersebut disebabkan karena pergantian jadwal yang kemudian pada tanggal yang bertepatan jadwal di Sportorium UMY sudah penuh, maka panitia pun mencari solusi dan akhirnya FWS ditempatkan di Lapbin UMY.

Mundurnya jadwal juga menyebabkan proses publikasi FWS kepada mahasiswa UMY terutama mahasiswa baru sempat tertunda. Hal tersebut mengakibatkan mahasiswa baru banyak yang tidak mengetahui apa itu FWS. “Ga ada yang tau kak, soalnya ga ada yang ngebahas-ngebahas gitu,” ucap Qory salah satu maba jurusan Hubungan Internasional kepada Nuansa (27/9). Ia mengaku bahwa sama sekali tidak tahu dan tidak pernah mendengar kabar tentang FWS. Mahasiswa baru di sisi lain sangat antusias mencari tahu dimana Unit Kegiatan Mahasiswa unjuk gigi.

“Iya aku tahunya kalau UKM itu ya oprec (perekrutan :red) di lobby-lobby gitu,” ucap Nurul mahasiswa baru Ilmu Hukum. Ia juga membahkan bahwa ia sempat bertanya-tanya kenapa di UMY tidak ada event  yang memperkenalkan dan menunjukan UKM-UKM yang ada di kampus. Hal tersebut ia katakan karena ia tidak mengetahui bahwa sebenarnya di UMY ini ada kegiatan FWS dimana para UKM dapat unjuk gigi.

Pihak panitia FWS menjelaskan bahwa mereka memiliki sistem publikasi tersendiri yaitu publikasi di media sosial yang bekerja sama dengan pihak-pihak organisasi dan UKM kampus, yang akan lebil dioptimalkan di H-7 acara. “Insya Allah karena memang tanggal sudah fix, kita akan lebih masif lagi kedepan untuk mempublikasikan FWS ini,” ucap Sendi, ketua panitia FWS 2018.

Sendi  juga menjelaskan beberapa langkah untuk mempublikasikan kegiatan FWS ini dengan cara bekerja sama dengan pihak Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus dengan memberika video profil mereka kepada panitia FWS yang nantinya akan di posting di akun media sosial FWS. Kemudian seperti pempublikasian pada umumnya, paniti FWS akan memasang poster baik cetak maupun di media sosial.

Tujuan adanya kegiatan FWS ini sendiri adalah untuk menjadi wadah UKM, lembaga maupun IMM dalam memperkenalkan organisasi tersebut dan menjadi salah satu instrumen untuk mengadakan perekrutan anggota baru juga menjadi wadah untuk menunjukan action mereka kebada mahasiswa terkhusus untuk mahasiswa baru. FWS pada tahun-tahun sebelumnya bernama UMY Fair, alasan nama UMY Fair tersebut diganti menjadi Frosh Week Student Fest (FWS) yaitu karena diinginkan susana yang baru yang harapannya kedepan baik secara kemasan ataupun gagasan yang dibawa dalam kegiatan ini juga baru dan fresh.

FWS tahun ini hadir dengan tema ”Revitalisasi Peran Mahasiswa dengan Semangat Intelektual” tema ini diangkat untuk mengingatkan bahwasanya mahasiswa itu punya peran yang kuat atas perkembangan masa.  (APW)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar