Gebyar Government Satukan Delapan Pergerakan di Yogyakarta dalam Focus Group Discussion (FGD)



Nuansa Online - Korps Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAP UMY) mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) yang mendatangkan delapan perwakilan pergerakan mahasiswa di Yogyakarta hari ini (19/9). FGD ini merupakan rangkaian pertama dari acara Gebyar Government. Yang selanjutnya akan diikuti dengan kegiatan Social Day sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat, dan ditutup dengan malam puncak semacam Closing Ceremony. Gebyar Government tahun ini mengangkat tema “Ragam Aksi Generasi Masa Kini.”

“Goals kami dari acara ini, rencananya kami akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesimpulan dari FGD ini dengan melakukan Social Day. Dimana yang mensosialisasikan itu nanti adalah mahasiswa baru ilmu pemerintahan, dan para pemandunya.” Ujar Iqbal Haedar Natsir, ketua panitia Gebyar Government 2018.

Iqbal menambahkan, bahwa ia berharap nantinya FGD ini bisa memberikan dampak yang lebih bagus, pergerakan mahasiswa tidak dibungkam suaranya dan bisa disatukan dalam suatu forum, yang nantinya bisa membawa dampak baik bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir 7 perwakilan dari organisasi pergerakan mahasiswa serta memaparkan ide-ide dan pemikiran mereka, diantaranya; Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, HMI Dipo, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Forum Sekolah Bersama (Sekber).
            
Ernesto, salah satu dari peserta FGD yang merupakan anggota pergerakan For Sekolah Bersama (SekBer) berpendapat, “Kalo saya liat dari tema dan sebagainya memang nyambung dengan kondisi sekarang ini. Tapi terkadang pemantik mengabaikan realitas objektifnya. Makanya tadi saya bilang bahwa kutipan saya tadi itu ‘Saya orang terpelajar’ dia harus jujur dalam pikirannya sebelum perbuatannya. Nah itu sebenernya kritikan untuk semua pembicara bahwa kita harus terbuka dengan apa yang terjadi. Dan memang sekarang ini kan gerakan mahasiswa ini sekarang terkesan elitis. Ini terlihat dengan pengabaian isu-isu sektoral.”


Ernesto juga berharap, “Bahwa organisasi pergerakan mahasiswa itu harus lebih terbuka. Terbuka secara pemikiran, wacana, dan sebagainya. Persoalan ideologis itu biarkan menjadi persoalan subjek organisasi masing-masing, namun bicara soal rakyat, maka semua harus bersama-sama. Kemudian mencoba mengesampingkan egoistik organisasi masing-masing.” (YPM)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar