FWS Kembali Diundur, Lembaga dan UKM Dirugikan



Nuansa Online - Sabtu, (22/9), rapat koordinasi pelaksanaan Frosh Week Student Fest (FWS) dari BEM KM UMY dilaksanakan di ruang E1.001, gedung Fakultas ISIPOL (Ilmu Sosial dan Politik), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari masing-masing lembaga internal kampus, membahas perihal kemunduran pelaksanaan FWS yang semula diagendakan pada tanggal 19-20 September 2018, menjadi 20-21 September 2018. Namun kemudian, FWS yang merupakan acara tahunan UMY guna memperkenalkan berbagai lembaga kemahasiswaan kepada mahasiswa baru (maba) lagi-lagi kembali ditangguhkan. Untuk itu pada rapat inilah dijelaskan hal-hal terkait kemunduran FWS.

Presiden mahasiswa, Affan Ghaffar Fadilah beserta wakilnya, Hilmy Prilliadi, duduk di depan sembari meminta maaf terkait kemuduran FWS dari waktu yang sudah ditetapkan. Hal ini, jelasnya, dikarenakan kurangnya dana yang diberikan oleh Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA), untuk itu BEM KM UMY memberikan tiga solusi yang dapat dipilih oleh tiap perwakilan lembaga kemahasiswaan yaitu, OPREC (Open Recruitment) Serentak, yang rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Bintang pada tanggal 25-26 September 2018.

Opsi kedua adalah FWS yang tetap diadakan di Sportorium namun dengan kegiatan yang kembali diundur pada 1-4 Oktober 2018, sementara opsi ketiga berisi mengenai rencana tuntutan lembaga kemahasiswaan serta jajaran kabinet BEM KM UMY kepada LPKA karena ingkar dengan janji yang telah disepakati antara BEM KM UMY dengan LPKA perihal pendanaan yang akan diserahkan senilai Rp70.000.000,00. Maka dibukalah sesi dialog bagi lembaga kemahasiswaan yang hadir untuk menyampaikan pandangannya ihwal masalah tersebut.

Tentunya, dampak kemunduran FWS dari waktu yang telah ditetapkan sebelumnya memberikan kerugian bagi lembaga kemahasiswaan, salah satu yang merasa dirugikan adalah Kine Klub, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang audio visual. Bima Badawi, perwakilan dari Kine Klub mengatakan, “Kami telah membuat agenda sampai bulan Desember, bahkan untuk pelataran atau DIKSAR sudah booking lokasi yang jumlahnya tidak murah.” Dari ketiga solusi yang ditawarkan BEM KM UMY, Bima memilih opsi kedua yang mana menurutnya, opsi kedua walaupun mendapat penundaan selama satu pekan, setidaknya persiapan pelaksaan akan lebih maksimal dibanding pada tanggal 25-26 September 2018 seperti yang terdapat pada opsi pertama.

“Dana yang telah dijanjikan LPKA pada awal Oktober, otomatis mereka pasti menepati janji tersebut. Jika mereka ingkar, maka sebaiknya panitia harus menyusun rencana dari A sampai Z,” jelas Bima untuk opsi kedua.

Kemudian ia juga menambahkan bahwa seharusnya panitia selalu membuat rencana dan persiapan dengan matang serta tidak lupa menyediakan rencana cadangan jika di tengah jalan terdapat kendala.

Sedangkan bagi Ketua Bidang Organ IMM Fisipol, Nofebry Rahmalita Utami, kemunduran waktu awal terlaksananya FWS adalah diluar kuasa dari pihak BEM KM UMY dan panitia yang bersangkutan. “Jika berbicara mengenai kerugian yang dialami oleh lembaga-lembaga dan organisasi, kami juga tidak menutup mata bahwa yang dirugikan saat ini bukan hanya kami selaku lembaga dan organisasi, tetapi pihak BEM U (Universitas), dan panitia pun tidak dapat menghindari kerugian yang menimpa mereka,” ujarnya.

IMM  Fisipol mencoba memahami dan mengambil hikmah dari agenda FWS yang diundur ini. Dengan disediakan tambahan waktu, justru IMM Fisipol dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan hasil yang maksimal. Kepada Nuansa, Nofebry menuturkan harapannya terkait FWS yang akan diadakan tahun depan, “Semoga semua kendala FWS ditahun ini tidak menyurutkan semangat teman-teman kepanitian melainkan menjadikannya sebagai sebuah pembelajaran yang sangat berharga agar nantinya dapat tetap memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankannya, mengarahkan, serta mengkonsepkan FWS dengan lebih maksimal sesuai dengan arah dan tujuan yang ingin dicapai.” (RKI)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar