Timkes Kewalahan Hingga Adu Mulut Warnai Koreo MATAF UMY 2018



Nuansa Online - Masa Ta’aruf (MATAF) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 2018 memiliki beberapa rangkaian kegiatan, salah satu dari kegiatan tersebut adalah pembuatan koreografi yang telah dilaksankan pada hari Sabtu (25/8), dimulai dari pengumpulan peserta koreografi pada jam 05.30 dan berakhir pada pukul 10.30 WIB. Pelaksanaan koreografi yang memakan waktu cukup lama ditambah terik matahari yang cukup menyengat banyak peserta yang berjatuhan.

Tim Kesehatan MATAF UMY yang bertanggung jawab akan masalah kesehatan peserta selama kegiatan berlangsung merasa kewalahan lantaran banyaknya mahasiswa baru yang jatuh pingsan dan sakit. Kurangnya personil juga menjadi salah satu penyebab Tim Kesehatan MATAF UMY kesulitan menangani para mahasiswa yang jatuh pingsan satu persatu.

Tim Kesehatan MATAF UMY itu sendiri terdiri dari gabungan Tim Bantuan Obat Prodi Farmasi, Nursing Care Club dari Prodi Keperawatan, Tim Bantuan Medis dari Prodi Kedokteran, Dental Emergency dari Prodi Kedokteran Gigi, serta Korps Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UMY. Banyaknya kegiatan pada bulan Agustus ini membuat beberapa personil dari Tim Kesehatan yang seharusnya berjumlah 130, berkurang setengahnya pada saat proses kegiatan koreografi berlangsung, hanya ada sekitar 60 orang Tim Kesehatan yang turun kelapangan.

Beberapa panitia dari MATAF fakultas terus-menerus mendesak Tim Kesehatan untuk cepat tanggap saat ada peserta koreografi yang jatuh pingsan. Sempat terjadi kericuhan di lapangan antara panitia MATAF fakultas tertentu dengan Tim Kesehatan dan Panitia Khusus. Beberapa panitia MATAF fakultas menyalahkan Tim Kesehatan atas kurang tanggapnya mereka dalam menangani mahasiswa yang jatuh pingsan. Hal tersebut juga ditujukan Panitia Khusus atas molornya jadwal kegiatan koreo saat itu yang menyebabkan para peserta koreografi berdiri terlalu lama dibawah panasnya matahari.


Kericuhan yang terjadi saat pelaksanaan koreo MATAF 2018


Adu mulut pun terjadi hingga nyaris adu fisik antara pihak panitia yang terlibat tak dapat dihindari, bahkan ada beberapa fakultas yang mengancam untuk menarik mahasiswa-mahasiswa barunya keluar dari barisan koerografi. Mengatasi hal tersebut pihak panitia kegiatan memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan koregrafi agar suasana kembali kondusif.

Alfia Fitriyani, salah satu anggota Divisi Medis Tim Kesehatan MATAF UMY menuturkan bahwa memang Tim Kesehatan MATAF UMY kelabakan dalam menangani peserta yang terus menerus jatuh pingsan dan sakit. Ia juga memberikan pernyataan terkait dengan keributan yang terjadi akibat desakan panitia MATAF fakultas atas  kelambanan Tim Kesehatan dalam menangani peserta yang pingsan.

“Baru kali ini saya menemukan Tim Kesehatan yang kalau misalnya ada korban kok malah diteriakin, gak ikut nolong, kita minim banget personil kalau misal ada yang sakit ya tolong lah bilang secara baik-baik, mungkin itu evaluasi kita juga untuk lebih dekat ke pesertanya,”  ujar Alfia kepada Nuansa.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Raga selaku Ketua Panitia MATAF Fakultas Agama Islam UMY. Raga juga memberikan saran terkait kurangnya personil Tim Kesehatan MATAF UMY agar tim kesehatan dari pihak fakultas turut dilibatkan dalam pengawalan medis para peserta koreografi.

Tim Kesehatan MATAF UMY berharap agar anggotanya tetap semangat dalam mengayomi mahasiswa baru. Untuk kedepannya akan dilakukan evaluasi agar pelaksaan tahun depan dapat berjalan lebih baik lagi. (am,iqb)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 comments:

  1. hmm, padahal fakta dan realitanya tidak seperti ini, timkes hanya menjalankan tugas dgn semestinya, semoga bisa menjadi evaluasi bersama baik panitia penyelenggara, panitia fakultas juga maupun Lppm Nuansa yg membuat berita ini, bukan hanya menyudutkan salah satu pihak... Tetap semangat Nuansa.. Menerjang Waktu dan ruang kampus berdasarkan fakta...

    BalasHapus
  2. Saya bukan bagian dari timkes, tapi jujur saya merasa kurang menerima atas turunnya berita berita ini. Alangkah baiknya jangan membuat berita menyudutkan salah satu pihak.

    BalasHapus
  3. Mungkin dari saya, saran saja bagi rekan rekan nuansa. kedepannya ketika menulis berita di harapkan untuk selalu berdasar pada fakta dan realita yang terjadi ya, karena teman teman nuansa adalah media yang di konsumsi umum, jangan sampai membuat seolah olah satu pihak adalah pemicu terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan. Karena selain merugikan itu juga menyakitkan. Teriimakasih

    BalasHapus