Mahasiswa KKN Tematik UMY Melawan Tengkulak Nakal


Nuansa Online - Desa Miritpetikusan adalah desa indah nan asri yang terletak di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Mata pencaharian warga desa Miritpetikusan adalah pengusaha emping, bertani, nelayan, dan sebagiannya lagi petani garam. 

"Indah" mungkin adalah kata pertama yang muncul dibenak Mahasiswa KKN UMY ketika pertama kali mereka menginjakkan kaki didesa Miritpetikusan. Baik dari hasil buminya, ramah tamah warganya, panoramanya, dan dengan segala potensi yang ada didalamnya. Membuat Mahasiswa KKN UMY yang diterjunkan didesa tersebut sedikit bermimpi bahwa beberapa tahun kedepan ada desa indah nan asri yang berdaya mandiri dan dalam bingkai islam berkemajuan.

Namun agak sedikit miris ketika mengetahui bahwasanya hasil bumi dari desa ini dijual kepada para tengkulak dengan harga yang sangat miring. Salah satu contohnya adalah melinjo didesa ini. Kami disini biasanya mengolah melinjo menjadi emping, emping melinjo kami biasanya dijual kepada para tengkulak seharga Rp.35.000/kg, kata ibu Tumbar sebagai salah satu penggerak pkk didesa Miritpetikusan. Harga tersebut adalah harga yang ditentukan secara sepihak oleh tengkulak yang ada dipasar, dan cenderung merugikan warga desa. Karena warga desa tidak bisa melakukan tawar menawar dipasar tradisional, dan harga emping yang dijual ketengkulak tidak pernah naik turun, sedangkan realitanya emping melinjo ini bisa saja harganya jadi semakin mahal karena beberapa faktor ataupun sebaliknya.

Isu yang tersebar bahwa emping melinjo yang dikumpulkan para tengkulak dipasar akan dikirim kekota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Yang kemudian akan diolah lagi oleh perusahaan tertentu dan siap dipasarkan kekonsumen akhir dengan harga yang berkali lipat dari sebelumnya. Upaya peningkatan ekonomi desa dalam bingkai islam berkemajuan, Mahasiswa KKN UMY Kelompok 241 sepakat untuk menjadikannya sebagai program kerja pokok utama mereka.



Tunduk tertindas, bangkit melawan, mundur tanda pengkhianatan. Daripada kita menjual hasil bumi ketengkulak dipasar, kenapa kita tidak membuat emping melinjo hasil olahan desa Miritpetikusan saja. Kita kelola sendiri, kita nikmatin hasilnya sendiri. Kata Muhammad Fadhil Ma'ruf (FEB 2015) selaku ketua kelompok KKN UMY 241. Dimulai dari sosialisasi dan pelatihan pemberian inovasi rasa pada emping melinjo yang telah dilaksanakan pada hari senin (6/08), dengan mengundang  pemateri Kelompok Usaha Emping Melinjo Tegal Kenongo yang merupakan kelompok pengusaha emping melinjo di Yogyakarta. Kemudian sharing packaging dan pemasaran bersama ibu pkk desa yang telah dilaksanakan pada hari kamis (23/08), yang di isi langsung oleh kelompok KKN UMY 241.

Hasil output dari program kerja pokok utama ini adalah lahirnya contoh produk emping melinjo desa Miritpetikusan yang memiliki varian rasa dan awet hingga berbulan-bulan. Emping Melinjo desa Miritpetikusan akan dijual kepasaran dengan harga sekitaran Rp.70.000/kg. Namun sebelum dipasarkan pada khalayak umum, Kelompok KKN UMY 241 bersama warga desa sedang berupaya mendapatkan legalitas dan harus melakukan uji terlebih dahulu demi memenuhi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) BPOM.

Tidak sampai disitu Kelompok KKN UMY 241 juga memiliki program kerja pokok utama "Branding Desa". Dalam pelaksanaan proker ini telah berhasil melaunching 4 sosial media sekaligus (instagram, youtube, wordpress, facebook), logo brand desa, dan video profil desa. Proker "Branding Desa" ini sejalan dengan proker  "Pengolahan Emping Melinjo Varian Rasa" dalam membantu memasarkan produk emping melinjo yang telah warga desa buat bersama-sama, dan tentunya meningkatkan perekonomian desa dalam bingkai islam berkemajuan.



Semoga berita ini dapat menginspirasi Mahasiswa UMY yang lainnya, bahwa untuk melakukan sesuatu yang besar tidak perlu menunggu menjadi orang besar. Adapun anggota dari Kelompok KKN 241 UMY terdiri dari Mia Rosmiati (Fisipol), Maria Devensor S. (Fisipol), Misbahul Munir (FEB), Muhammad Abrari (FEB), Wisnu Nanda H. (FH), Shalahuddin Akhmad Al M. (FH), Retno Yulianita (FAI), Bekti Septi Annisa (FAI).
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar