Koreo UMY 2018: Sempat Terhenti dan Kelelahan, Mahasiswa Baru Tetap Antusias



Nuansa Online - Pelaksanaan koreografi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2018 yang bertempat di lapangan Sepak Bola Kampus UMY pada Sabtu (25/08) sempat terhenti. Namun, mahasiswa tetap antusias dalam mengikuti arahan panitia untuk membentuk formasi koreo yang telah direncanakan. Melibatkan seluruh mahasiswa baru dari 9 Fakultas yang ada di UMY, panitia berharap dapat menyampaikan pesan secara visual melalui simbol yang dibentuk.

"Tujuan diadakannya koreo ini kan, untuk sebagai ajang penyampaian pesan visual lewat simbol yang dibentuk. Untuk konsepnya berkaitan dengan Tema Kemerdekaan Indonesia, Identitas Muhammadiyah dan Identitas UMY itu sendiri." Ungkap M Sendi Pamungkas, selaku Ketua Mataf Universitas 2018.

Sendi menambahkan, bahwa pada dasarnya koreografi ini adalah karya besar pertama untuk mahasiswa baru, dan diharapkan setelah ini agar dapat berkarya dengan konsepnya masing-masing di dunia perkuliahan yang akan datang.

Hal itu disambut antusias oleh peserta, mereka tidak sabar ingin merasakan euforia koreografi yang akan dilaksanakan. Begitu yang dirasakan oleh Fikri, mahasiswa baru Prodi KPI FAI. Ia menyebutkan, dengan berkumpulnya seluruh mahasiswa baru untuk pertama kalinya, ia senang karena dapat bertemu dengan kenalan baru dan bersosialisasi dengan mereka. Naufal dan Abdurrahman, mahasiswa baru FEB juga merasakan yang sama. Mereka juga menilai bahwa koreografi yang dilaksanakan ini adalah sangat penting, karena bisa menunjukkan UMY ke lingkungan masyarakat serta memiliki kebanggan tersendiri bisa ikut berpartisipasi dalam koreo tersebut.

Disamping semua itu, ada beberapa hal yang menjadikan keadaan tidak kondusif. Salah satunya adalah persiapan dalam mengatur formasi yang dirasa memakan waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan banyak mahasiswa baru yang jatuh pingsan. "Mungkin karena panas-panasan keadaan jadi ga kondusif," ucap Chatya Iqlima Huaida, mahasiswa baru Ilmu Komunikasi FISIPOL. Chatya juga menyayangkan adanya titik kumpul yang terpisah sebelum memasuki lapangan utama, ia berharap semoga kedepannya agar dapat dikoordinir ke satu tempat untuk mengefektifkan waktu penyusunan formasi koreografi.

Karena keadaan yang kurang kondusif tersebut, Koreo sempat diberhentikan sesaat. Hal ini disebabkan karena adanya kesalahpahaman yang terjadi antara panitia Mataf UMY dan Mataf Fakultas yang pada akhirnya menyebabkan pembubaran formasi koreografi yang dilakukan oleh Presiden BEM KM UMY yang melihat keadaan yang sudah tidak kondusif lagi.

Terlepas dari semua itu, kedepannya peserta berharap bahwa koreografi bisa tetap ada di tahun selanjutnya. Tentunya dengan koordinasi yang lebih baik lagi dari pihak panitia pelaksana dengan peserta. Untuk kembali ke tujuan awal, dimana berharap dapat mengenalkan kreatifitas, menyampaikan pesan secara visual melalui simbol-simbol yang di buat, serta dapat membentuk sebuah kerja sama antar sesama. (Dee / lym)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar