Haedar Nasir: Jadilah Kader Muhammadiyah Yang Tidak Layu Seperti Ahmad Dahlan



Nuansa Online - Masa Ta’aruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MATAF UMY) 2018 yang diselenggarakan pada senin (27/8) dibuka dengan sambutan oleh Dr. KH. Haedar Nashir selaku  ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sambutan tersebut diwarnai oleh nilai-nilai semangat kemuhammadiyahan yang harus dimiliki oleh mahasiswa baru selaku keluarga baru UMY.

Dalam menyambut mahasiswa baru, Haedar Nashir mengajak para mahasiswa baru untuk selalu bersyukur karena telah menjadi bagian dari keluarga muhammadiyah. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan jangan sekali-kali menyia-nyiakan kesempatan yang baik agar menjadi manusia yang beruntung di dunia maupun di akhirat.

“Ada banyak kunci agar kita sukses, yang pertama adalah kunci iman, yang kedua adalah kunci ilmu. Seperti yang tertuang dalam surah Al Mujadalah yang sangat terkenal itu. Siapa yang bisa melafalkan?” Tanyanya kepada mahasiswa baru. Selanjutnya, salah satu mahasiswa baru dari fakultas vokasi mengajukan diri untuk menjawab tantangan tersebut. Ia melafalkan surat beserta artinya secara apik. Menurut Haedar Nashir, orang yang berilmu akan diangkat derajatnya, sesuai dengan surah Al Mujadilah ayat 11 yang berarti “Niscaya  Allah Swt. akan mengangkat derajat orang- orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Allah SWT Maha teliti apa yang kamu kerjakan”.

Haedar Nashir menyebutkan bahwa kunci dari kesuksesan suatu bangsa ditentukan dari karakter diri dalam bentuk religiusitas. Menurutnya, orang beriman bukan hanya harus hablumminannas, namun juga  harus menjadi pribadi yang beriman. Orang  yang beriman yang memantulkan kesholehan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mengakhiri sambutannya, beliau juga mengajak akademisi UMY untuk selalu berpikir, berpikir dan  berpikir juga mempunyai tradisi iqro (membaca). “Dimanapun kalian berada, bacalah buku, buka digital literasi karena tidak mungkin kalian mendunia, kalau tidak ada tradisi iqro. Jadilah kader muhammadiyah yang tidak layu seperti Ahmad Dahlan” tegasnya. (BSW, KD)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar