Memanfaatkan Limbah Kayu Menjadi Barang Kreatif dan Berharga Oleh Mahasiswa UMY


Nuansa Online - Saat ini Indonesia masih tergolong rendah dalam produksi furniture dekorasi dengan kualitas premium, mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam kayu yang sangat melimpah dengan berbagai jenis kayu. Rendahnya produsi dengan kualitas premium disebabkan berbagai hal, salah satunya ialah rendahnya inovasi dalam produksi dan kualitas pengecatan kayu. Meningkatkan inovasi pada model furniture kayu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat salah satunya dengan sistem preorder, dimana konsumen dapat memberikan gambaran model yang diinginkan.

Furniture Craft atau Fur-Craft ini memiliki target pasar yaitu mahasiswa regional Yogyakarta. Namun tidak menutup kemungkinan untuk manjangkau target masyarakat umum melalui E-Consumers. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Yogyakarta merupakan daerah dengan jumlah mahasiswa terbanyak yaitu menurut data tahun 2014/2015 dibawah kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tercatat terdapat 118.817 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan 232.475 mahasiswa perguruan tinggi swasta. Sedangkan di bawah kementrian Agama 17.871 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan 6.825 perguruan tinggi swasta sehinggak total mahasiswa mencapai angka 375.988. Jumlah mahasiswa yang banyak harus di imbangi dengan berbagai kebutuhan seperti furnitur.

Mahasiswa cenderung mencari barang dengan harga murah namun dengan kualitas premium. Salah satu bahan kayu furnitur yang berkualitas dan berharga murah adalah kayu jati belanda atau kadang di kenal dengan nama pinus, kayu ini dapat tumbuh di daerah 4 musim seperti jerman dan jepang.

Indrustri Furnitur yang menggunakan kayu tentunya akan mengeksploitasi sumber daya kayu. Eksploitasi dapat menyebabkan hilangnya sebagian besar hutan sebagai sumber kehidupan makluk hidup. Sumber daya kayu yang telah di gunakan akan menyisakan limbah kayu dan salah satunya adalah pallet yang merupakan bekas bantalan peti kemas pengiriman barang impor yang di bawa ke Indonesia.

Limbah kayu pallet tersebut di buang bersamaan dengan sampah-sampah di pelabuhan dan dikumpulkan oleh pengepul yang telah berkerja sama dengan pihak pelabuhan, kemudian mereka menjual lagi dengan harga 12 ribu per kayu.


Ide fur-craft ini berawal dari bagaimana cara membuat furnitur yang indah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun dengan memanfaatkan limbah kayu pallet agar tidak melakukan tindakan ekploitasi hutan. Ide ini di rancang oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yaitu, Muhammad Nabil mahasiswa jurusan Teknik Mesin angkatan 2015 sebagai ketua dan anggotanya Gita Somantri (Management 2015), Muhammad Abdul Aziz (Agroteknologi 2015), Yudhani Alamsyah (Agribisnis 2015), Fachri Ramadhan (Teknik Mesin 2016). Mereka dibimbing langsung oleh dosen jurusan Teknik Mesin Novicaroko.

Ide tersebut telah berhasil lolos dalam ajang Pekan Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan.Fur-craft ini bertujuan untuk menghemat penggunaan sumber daya kayu, dengan menggunakan kayu pallet bekas dan tetap melakukan invosasi dalam mengolah kayu bekas sehingga menghasilkan produk furnitur yang berkualitas premium dengan harga terjangkau.

Ide mahasiswa ini memiliki manfaat yang cukup banyak salah satunya menjadikan furnitur kayu pallet menjadi furnitur unggulan sekaligus mengurangi limbah kayu pallet. Selain itu fur craft juga dapat meninggkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan mengajak masyarakat untuk meninggkatkan jiwa entrepreneur dan berbisnis.

Pada saat ini sudah ada beberapa barang yang telah di produksi dan telah berhasil di jual seperti Rak gantung pakaian, Hiasan Meja, Figura, Cermi, dan lain sebagainya. Barang tersebut di buat setelah melakukan pre-order agar barang yang di buat sesuai dengan keinginan. Pembuatan dan pemesanan telah di lakukan sejak mei 2018 lalu. (Fen)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar