Isu Dana Diselewengkan, GBN Terbitkan Press Release






Nuansa Online - Setelah beredarnya isu mengenai penyelewangan dana keberangkatan yang melibatkan Komunitas Generasi Bakti Negeri (GBN) dalam penyelenggaran Kuliah Kerja Nyata (KKN), maka pihak GBN menerbitkan press release perihal kendala keberangkatan KKN Mandiri Generasi Bakti Negeri Saudara Sebatik Project 4.

PRESS RELEASE
KENDALA KEBERANGKATAN KKN MANDIRI
GENERASI BAKTI NEGERI SAUDARA SEBATIK PROJECT 4
20 JULI 2018
Assalamualaikum Wr. Wb.
Pertama tama kami ucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat. Shalawat dan salam terus terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Sehubungan dengan permasalahan yang melibatkan Komunitas Generasi Bakti Negeri (GBN) terkait dengan pemberangakatan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 16 Juli 2018 maka kami membuat klarifikasi terkait masalah ini sebagai berikut:

I.                     Kronologi Kejadian
·       8 Juni 2018 (Pukul 20.00 WIB) : Perwakilan GBN melakukan pembayaran tiket pesawat sejumlah 27 tiket senilai Rp. 22.140.000 untuk penerbangan dari Jakarta pada tanggal 17 Juli 2018 pukul 02.45 WIB menggunakan Batik Air. Transaksi ini dilakukan secara tunai antara perwakilan GBN dengan saudara E dan Y di Java Market.

·         16 Juli 2018 (Pukul 07.00 WIB) : Tim GBN berkumpul di depan Gedung AR Fachrudin untuk pemberangkatan pada pukul 07.00 WIB dengan Bus yang sudah kami pesan dari saudara E senilai RP. 6.500.000 untuk pemberangkatan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Hingga pukul 11.00 bus yang kami pesan belum juga datang. Lalu pihak GBN mencoba menghubungi pihak Agen Bus (Saudara E) namun tidak ada tanggapan dari agen.

·         16 Juli 2018 (Pukul 11.00 WIB) : Tim GBN menemui pihak universitas untuk menginformasikan terkait kendala yang ada. Lalu pihak universitas memanggil pihak agen untuk melakukan lobbying. Pihak agen datang dengan diwakili saudara A sebagai anak dari saudara E. Kemudian mereka menjanjikan untuk kepastian pemesanan tiket ulang pada pukul 23.00 WIB.

·         16 Juli 2018 (Pukul 23.00 WIB) : Tim GBN melakukan pertemuan dengan saudara A sebagai perwakilan agen dengan didampingi saudara T di salah satu rumah kontrakan anggota GBN. Setelah melakukan pertemuan, Ketua GBN menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pihak A harus melengkapi administrasi terkait MoU dengan menjajikan untuk mendapatakan kode booking pesawat pada pukul 15.00 WIB.

·         17 Juli 2018 (Pukul 07.00 WIB) : Tim GBN bersama saudara T dan Y menunggu kepastian terkait tiket pesawat yang dijanjikan sebelumnya pada pukul 15.00 WIB. Hingga pukul 15.00 WIB kode booking yang dijanjikan ternyata baru berupa kode pemesanan sejumlah 27 orang yang belum dibayar.

·         17 Juli 2018 (Pukul 16.00 WIB) : Tim GBN membawa saudara T dan Y ke pihak universitas untuk tindakan lebih lanjut. Saudara T menjanjikan untuk memberikan tiket fisik pada pukul 22.00 WIB untuk penerbangan pada Sabtu, 21 Juli 2018 pukul 13.15 dari Yogyakarta.

·         17 Juli 2018 (Pukul 22.00 WIB) : Tim GBN melakukan pertemuan dengan saudara A, T dan Y terkait kepastian tiket yang mereka janjikan sebelumnya. Ternyata mereka tidak dapat memenuhi tiket yang sudah dijanjikan. Setelah proses negosiasi yang lama, kemudian saudara Y mengakui bahwa ternyata uang yang harusnya kami bayarkan untuk tiket pesawat digunakan untuk melunasi tagihan kegiatan organisasi.

·         18 Juli 2018 ( Pukul 10.00 WIB) : Tim GBN beserta saudara Y dan A menemui pihak universitas. Saudara menjelaskan masalah sebenarnya terkait kendala keberangkatan kepada pihak universitas. Akhirnya pihak universitas memasuki kasus ini ke Biro Hukum Universitas dan memanggil saudara E sebagai pihak agen.

·         18 Juli 2018 (Pukul 14.30 WIB) : Saudara E memenuhi panggilan pihak universitas dan biro hukum untuk melakukan negosiasi dan penandatanganan MoU yang berisi tentang perjanjian ganti rugi berupa pengembalian uang 100% ditambah denda 100% dari jumlah yang dibayarkan tim GBN sebelumnya dengan batas waktu 20 Juli 2018 pukul 15.00 WIB.

·         20 Juli 2018 (Pukul 14.00 WIB) : Perwakilan tim GBN yang didampingi pihak universitas dan biro hukum bertemu dengan saudara E, Y dan A untuk menerima ganti rugi yang sudah disepakati.

II.                   Tindak Lanjut

Setelah melakukan negosiasi antar berbagai pihak yang terlibat, pada 20 Juli 2018 tim GBN beserta pihak Y dan A melakukan pertemuan dimana saudara Y dan A telah meminta maaf secara langsung kepada tim GBN. Dengan begitu, permasalahan yang melibatkan tim GBN dan pihak E, A dan Y telah selesai.

Saat ini, Tim GBN telah mendapatkan kepastian perihal keberangkatan. Yakni, pada hari Sabtu, Juli 2018 pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

III.                 Penutup

Terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam menangani masalah ini baik dari pihak rektorat, biro hukum UMY, PKBH UMY, TNI AU Adi Sucipto, dan rekan rekan sekalian yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Hanya doa dan harapan kepada Allah SWT agar diberikan balasan sebaik baiknya.  Dengan adanya permasalahan ini semoga menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

Demikian keterangan ini kami rilis agar tidak terjadi berbagai spekulasi dan pemberitaan yang tidak diinginkan. Atas perhatian dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Ketua
Saudara Sebatik Project 4

Hamzah Aulanas
NIM. 20150710035

 


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar