Diduga Menyelewengkan Dana GBN, Presiden Mahasiswa: Yang Menyelewengkan Ketua Panitia Econite 2018


Poto dari potongan video yang beredar.
Nuansa Online - Beredar sebuah pesan berantai dan video mengenai pengintrograsian yang dilakukan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Generasi Bakti Negeri (GBN)  kepada  Affan Ghafar, T dan Y. Hal tersebut menggemparkan lingkungan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta beberapa hari ini. Pada video tersebut tampak Affan Ghafar, T dan Y diinterogasi oleh beberapa anggota GBN mengenai penyelewengan dana tiket keberangkatan KKN GBN menuju Tarakan.

Menurut hasil penelusuran tim LPPM Nuansa, kronologi yang beredar menjelaskan bahwa tim KKN GBN menggunakan jasa travel milik ayah dari Affan Ghafar. Namun, hingga waktu keberangkatan tiba bus yang akan ditumpangi tak kunjung datang, lalu salah seorang anggota dari GBN memeriksa ke agen travel, akan tetapi tidak terdapat pesanan tiket atas nama KKN UMY.

Kemudian tim GBN menemui Affan Ghafar dan T yang merupakan Gubernur BEM FEB yang menjadi  penghubung antara pihak travel  dan GBN, tim GBN menuntut mereka berdua bertanggungjawab dengan membawanya ke rektorat. Kesepakatan antara Affan Ghafar dengan GBN ditandatangani melalui MoU bahwa tiket akan didapatkan pada Senin (16/7) malam pukul 22.00 WIB, akan tetapi pihak travel malah menawarkan tiket bus ke Surabaya lalu menuju Tarakan menggunakan kapal laut selama dua hari. Pihak GBN tidak sepakat dan menuntut transport ke Tarakan menggunakan pesawat terbang sesuai perjanjian awal. Setelah melakukan negosisasi ulang, pihak travel  berjanji akan mencarikan tiket sesuai permintaan GBN selambat-lambatnya  Selasa (17/7) pagi.

Selasa (17/7)  pagi, tim GBN menunggu di tempat yang sesuai dengan kesepakatan dengan pihak travel dan pihak travel pun membawa tiket yang dijanjikan, akan tetapi setelah salah seorang anggota GBN mengecek tiket tersebut ternyata ditemukan bahwa belum ada pembayaran atas tiket tersebut dan pihak GBN menuntut Affan Ghafar dan pihak travel untuk bertanggungjawab. Malamnya Affan Ghafar, T, dan Y menemui tim GBN dan mengakui di hadapan tim GBN bahwa dana KKN GBN digunakan untuk melunasi kekurangan pembayaran terkait acara Econite 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) beberapa bulan yang lalu yang mana kala itu Affan Ghafar masih mejabat sebagai Gubernur BEM FEB.

Ketika dimintai keterangan oleh Nuansa, Hamzah Aulannas selaku Ketua tim KKN GBN belum dapat memberikan keterangan dan mengatakan akan memberikan press release terkait hal tersebut. Adapun dari Dekanat FEB. Meika Kurnia Puji selaku Wakil Dekan FEB sendiri mengaku bahwa Dekanat belum memiliki keterangan apapun terkait isu dana yang diselewangkan tersebut.

Menurut Affan Ghafar yang merupakan Presiden Mahasiswa BEM KM UMY yang juga mantan Gubernur BEM FEB mengatakan perlu adanya hal yang diluruskan, bahwasanya keterlibatannya dalam kasus ini bukan sebagai pihak yang menyelewengkan dana. Dia menegaskan bahwa dana KKN GBN memang diselewengkan untuk melunasi pembayaran Econite 2018, tetapi yang menyelewengkan adalah Y selaku ketua panitia Econite 2018 dan juga merupakan anggota tim KKN GBN. Affan menambahkan bahwa ia terlibat secara hukum dalam kasus ini karena perjanjian antara pihak travel dan GBN ditandatangani oleh Pipit dari pihak GBN dan Pak Edi dari pihak travel yang diwakilkan oleh Affan.

Berdasarkan keterangan dari Affan masalah ini sebenarnya sudah clear karena pihak travel yang terdiri  Affan, Y, dan Pak Edi sudah mendatangi Biro Hukum UMY dengan mengembalikan uang tiket yang semula sejumlah Rp28.640.000 menjadi dua kali lipatnya karena pihak GBN meminta dikembalikan dua kali lipat sesuai perjanjian di awal. Sementara itu, menindak lanjuti akan penyelewengan tersebut, Y diwajibkan mengganti rugi dan dikeluarkan dari tim KKN GBN, selanjutnya ia akan menempuh KKN di bulan Januari tahun depan.

“Secara logika, acara bisa terselenggara karena disetujui oleh pihak kampus yaitu segala bentuk keuntungan dan kerugian merupakan tanggung jawab kampus.” ungkap Affan ketika ditanya soal peran kampus terhadap kasus seperti ini. Ia menambahkan bahwa sangat disayangkan jika sampai sejauh ini pihak kampus terkesan lepas tangan terhadap persoalan semacam ini. “Walaupun pihak kampus terkesan melepas tangan, tetapi kami tetap berusaha agar pihak kampus bisa membantu, karena mereka juga bertanda tangan.” Ujar Affan. (koho, mat)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. KAMI SIAP BERJIHAD DEMI KAMPUS MUDA MENDUNIA!!

    BalasHapus