Pemira 2018: Perhitungan Suara Ada yang Bermasalah




Nuansa Online - Melanjutkan pelaksanaan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), setelah proses pemungutan suara pada Senin (14/5), akan disusul dengan perhitungan dan rekapitulasi. “Ada beberapa tempat pemungutan suara yang lancar, ada juga yang bermasalah,” buka Chori Dwi Santoso, perwakilan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).


Proses perhitungan suara dilaksanakan pada hari yang sama dengan Pemira, hari Senin mulai jam 20.30 WIB malam. Berdasarkan informasi dari Chori, Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang paling banyak mengalami kendala.

Sementara FEB, selain karena jumlah pemilih banyak, kendala pada saat prosesi perhitungan suara juga disebabkan oleh jumlah surat suara tidak sinkron dengan catatan yang dimiliki, dengan selisih mencapai 20 suara. Kendala lain yang menghambat proses perhitungan suara ini menurut Choir berasal dari partai. Sempat terjadi perbedaan pendapat akibat pihak partai meminta tambahan waktu untuk pemungutan suara sebagai kompensasi ganti keterlambatan di TPS, dan juga permintaan partai untuk menambah bilik suara yang dirasa tidak cukup menampung ratusan mahasiswa.

Proses perhitungan paling cepat selesai di Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB), dan yang terlama di FEB, hingga membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam. Partisipasi mahasiswa dalam Pemira kali ini tercatat paling sedikit ada di FPB dan Vokasi, dan yang terbanyak berasal dari FEB.



Dari perhitungan cepat yang dilakukan oleh Nuansa, didapati pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahasiswa nomor urut 3, Affan Ghaffar Fadilah – Hilmy Pribadi mengungguli nomor urut 1 Muhammad Syauqi Muzhaffar – Rosyidah Az-zahrah sebanyak 80% - 20% dari total suara yang masuk. Sementara pada suara partai untuk Calon Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Partai Islam Progresif (PIP) berhasil mengungguli Partai Jas Merah (PJM) sebanyak 78% - 22% dari total suara yang masuk.

Selanjutnya, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) akan melakukan rekapitulasi resmi hasil pemungutan suara. “Akan dilaksanakan Kamis besok (17 Mei), tetapi untuk lokasi dan waktunya masih belum ditentukan karena menyesuaikan ruangan,” ujar Bima Kuntarajati, Ketua KPUM.

Terkait alokasi pembagian suara kepada Calon DPM, KPUM akan menjelaskan saat rekapitulasi kepada semua pihak. “Pembagian kursi DPM itu ada rumus tersendiri dan pasti akan kami sampaikan waktu rekapitulasi besok,” jelas Bima. Sebagai pengingat, proses pembagian suara ketika rekapitulasi tahun lalu sempat menimbulkan kontroversi yang membuat PJM memutuskan mengundurkan diri dari DPM.

Partai: Penyelenggara Pemira Kurang Maksimal

Di lain tempat, Ryan Octavianes, Ketua Umum PIP, menuturkan  kekecewaannya terkait Pemira 2018. Menurutnya, kinerja panitia penyelenggara Pemira kali ini kurang maksimal.
Ia merasa partainya dirugikan karena pada saat pemungutan suara berlangsung terdapat TPS yang terlambat dibuka hingga lebih dari satu jam.Molor, sampai satu setengah jam, yang seharusnya jam 8 dimulai sekitar jam 10 kurang, di (fakultas area) Selatan, sehingga memang kita rugi waktu,” tuturnya.

Ryan pun juga menyayangkan tindakan propaganda seorang anggota KPPS yang mengunggah foto salah satu pasangan calon ke media sosial, tidak secara tegas ditindak oleh Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu). Ia berharap kedepannya Pemira UMY akan berlangsung lebih baik lagi daripada tahun ini. (frs, iqb)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar