Menerapkan Jurnalisme Warga dalam Pengabdian



Nuansa Online - Dalam rangka persiapan menuju masa pengabdian, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Generasi Indonesia Mengabdi (GENESIA) laksanakan workshop Citizen Journalistic (CJ), Senin pagi (30/4) di Gedung Amphiteater Pasca Sarjana lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Mengangkat tema Explore Hidden Paradise Trough Citizen Journalist’, tim yang akan berangkat pada Juli 2018 ini berencana menerapkan CJ pada destinasi pengabdiannya di Dusun Bawak Nau, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diisi oleh, Fajar Junaedi, dosen Ilmu Komunikasi (IK) UMY, dalam materi workshop-nya, menggarisbawahi masalah media yang saat ini tengah menjamu di tengah masyarakat, dari maraknya berita yang tersebar melalui media sosial (medsos) sampai dengan pemberitaan yang banyak melanggar kode etik jurnalistik, dan menekankan pentingnya mahasiswa untuk terlibat dalam CJ atau Jurnalisme Warga. “Sebuah berita itu harus kita ciptakan, tidak hanya kita cari, dan buatlah sebuah berita dengan nilai berita yang unik, yang belum dimiliki oleh media-media lain,” tuturnya.

Sementara itu, teknik-teknik dalam CJ juga dipaparkan oleh Eki Arum, pewarta yang lama berkecimpung dalam CJ untuk beberapa televisi nasional. Ia turut menyampaikan bahwa di era sekarang, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi serta luasnya keterbukaan informasi, banyak bermunculan media baru yang mendorong berkembangnya dunia komunikasi, informasi dan teknologi, termasuk di dalamnya jurnalisme. Citizen Journalist adalah aktivitas jurnalis yang dilakukan oleh kalangan warga biasa, atau biasanya sih kita menyebutnya bukan wartawan, karena jurnalisme warga itu pada dasarnya memang berbeda dengan wartaman. Itu adalah aktifitas yang mempunyai peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis dan menyebarkan berita serta informasi yang dimiliki,” ungkapnya.

Mahasiswa Harus Mengabdi

Pada kesempatan yang sama, Ketua KKN Mandiri GENESIA #3, Hairunnas, mengungkapkan sudah menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa untuk melakukan pengabdian. “Pengabdian bagi mahasiswa bukanlah sebuah pilihan melainkan adalah kewajiban. Kelembagaan yang terdapat di perguruan tinggi terhadap dinamika masyarakat diperkuat dengan jargon bahwa mahasiswa adalah ‘agent of change’, dengan kata lain mahasiswa perlu melakukan pengabdian sejak berada dibangku perkuliahan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pengaplikasian ilmu yang didapat dalam perkuliahan melalui pengabdian merupakan sebuah tanggungjawab. “Terlepas dari itu, mengabdikan diri kepada masyarakat adalah salah satu bentuk bakti kepada bangsa sendiri,” tuturnya. (cdl)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar