Melihat Yogyakarta dari Wolu



Nuansa Online - Yogyakarta dapat dipandang dari berbagai sisi, misalnya dari Wolu, yang dirangkum dalam beberapa foto karya Angkatan VIII Fotografi Komunikasi 053 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FOTKA 053 UMY), dipamerkan di Lobby Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Jumat (11/5). “Wolu itu menggambarkan garis imajiner Jogja. Kami menyimbolkannya dengan angka wolu (delapan) yaitu garis yang tidak terputus. Ada titik di atas, titik di tengah, dan titik yang paling bawah. Titik paling atas itu ibaratnya Gunung Merapi, di tengah ada Tugu Yogyakarta, kemudian yang paling bawah Pantai Parangkusumo,” ungkap Bagas Prawira Indrajati, Ketua Panitia.

Wolu mempamerkan 24 foto dari 23 pameris, serta mendapat kesempatan untuk bekerjasama dengan Pesona Indonesia. “Kami sempat agak kesusahan untuk mencari public space, tapi alhamdulillah kami bisa dapat dan kebetulan malah sampai kerjasama dengan Pesona Indonesia,” ucap Bagas.

Genre foto dalam pameran ini adalah bebas, namun lebih banyak menampilkan acara labuhan di Merapi dan Pantai Parangkusumo. “Kan waktu kami hunting itu bertepatan dengan acara labuhan. Kita lebih banyak foto tentang street-nya, orang-orang dan kegiatan mereka disana, lebih ke budayalah,” jelas Bagas.

Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, tanggal 11-12 Mei 2018 di Lobby FISIPOL UMY lantai dasar, dan 13 Mei di Pasar Digital Banyunibo. “Hari pertama itu Pembukaan, ada live music. Terus hari kedua kami ada Sarasehan, presentasi tentang foto yang sudah diambil. Setiap pameris akan mempresentasikan karyanya; judulnya apa, kenapa mereka mengambil itu, serta bagaimana teknik pengambilannya. Hari terakhir itu puncaknya, kita gelar karya di public space, di Candi Banyunibo. Candinya ada di sekitaran Tebing Breksi,” tambah Bagas. (qhl)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar