Generasi Millenial Diharapkan Aktif dalam Pemilu




Nuansa Online - “Pengguna media sosial kita semakin bertambah banyak, tetapi yang menjadi anomali adalah ketika partisipasi masyarakat terhadap pemilu semakin menurun,” jelas Farid Bambang Siswantoro, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY), dalam seminar kepemiluan KPU Goes to Campus, Kamis (5/04), di gedung A.R. Fachruddin B lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

KPU Goes to Campus merupakan kegiatan yang digagas oleh KPU DIY berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) UMY, Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Laboraturium Ilmu Pemerintahan (IP) UMY. Tema yang diusung yaitu ‘Peran Generasi Millenial dalam Menghadapi Pemilu Serentak 2019.

Latar belakang acara ini adalah sebagai salah satu upaya untuk memberikan pencerahan ataupun mengajak kepada generasi muda khususnya mahasiswa juga pelajar untuk sadar pemilu, hal ini disampaikan oleh Titin Purwaningsih, Dekan Fisipol, saat mengisi pembukaan acara.

Perhat Alfaz selaku Menteri Kajian Strategi dan Advokasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMY mengungkapkan bahwa acara ini berangkat dari fenomena masih banyaknya masyarakat yang golput (red: Golongan Putih) dan surat-surat suara yang gagal menjadi suara sah saat pemilu. “Dari latar belakang tersebut, kita sebagai generasi muda atau generasi millennial harusnya bisa berperan, karena persentasi yang terlibat untuk pemilihan sebagian besar dari generasi muda dan banyak pula pemilih pemula”

Bambang Eka Cahya, dosen Ilmu Pemerintahan, sebagai salah satu pembicara acara tersebut menerangkan pentingnya acara ini adalah guna membangun masyarakat yang lebih baik, mencegah golput, untuk kemudian menggunakan hak pilihnya. Karena, terangnya lebih lanjut, memilih menunjukan bahwa masyarakat Indonesia adalah citizen yang berkedaulatan dan tidak menyia-nyiakan kedaulatan itu. Ia juga menambahkan bahwa menghindari golput bukan hanya untuk memilih pemimpin baik, tapi juga mencegah dari pemimpin yang buruk. “Bukan hanya untuk memilih pemimpin yang baik, tapi juga mencegah dari pemimpin yang buruk” tegasnya.

Kemudian menurut Perhat, acara ini diharapkan bisa membuat generasi muda ikut berpartisipasi aktif bukan hanya pasif dalam pemilu nanti “Harapannya generasi ini dapat berpartisipasi, aktif, bukan hanya pasif. Setidaknya ia memilih dan menggunakan hak suaranya. Lebih bagus lagi ia punya modal dan bekal pengetahuan mengenai pasangan calon. Setidaknya itulah peran yang bisa dilakukan anak muda,” tutup Perhat.

Peran Serta KISP pada Seminar Kepemiluan

Di sisi lain, seminar kepemiluan ini juga merupakan ajang pengenalan kepada umum soal Komunitas Independen Sadar Pemilu. Komunitas ini sendiri berasal dari relawan di UMY. Muhammad Edward Trias Pahlevi , selaku perwakilan dari KISP, menjelaskan bahwa ide awal terbentuknya karena ada keresahan bersama ketika melihat pemilu serentak mendatang. “Kita resah dan bingung mau ngapain, mau jadi follower partai, atau mau menjadi bagian peserta pemilih, atau kita mau menjadi orang yang memberikan edukasi kepada masyarakat, karena KPU tidak bisa berjalan sendiri, butuh relawan-relawan yang ikut membantu” jelasnya

Edward juga menuturkan, “Komunitas kita ada tiga fokus utama, yang pertama yaitu pendidikan pemilu untuk pemula dari anak SMA dan mahasiswa. Kedua, volunteer mengenai pemantau pemilu yang nanti akan membahas terkait money politik, yang ketiga, kita angkat mengenai isu-isu perempuan.”

Kemudian ia menambahkan bahwa KISP tidak hanya terbatas bagi UMY. Untuk menjadi relawan KISP dapat dari kalangan pelajar SMA juga mahasiswa yang memiliki minat terhadap kepemiluan, demokrasi, dan politik. Sifat komunitas KISP adalah bebas, yang berarti relawan bisa dari luar kampus. (rahma k, cdl, ran)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar