Deklarasi Damai, Nomor Urut Partai, dan Evaluasi KPUM



Nuansa Online - Pasca pengumuman partai peserta Pemilihan Umum Raya (Pemira) pada Minggu (22/4), Deklarasi Damai diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Gedung E7.101, Senin petang (23/4). Dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) UMY, serta masing-masing perwakilan partai, deklarasi ini berisi tentang pembacaan aturan penyelenggaraan Pemira secara damai dan berintegritas.

Deklarasi ini dibacakan oleh Ketua KPUM kepada perwakilan tiga partai yang telah lolos dalam tahap verifikasi. Sebelumnya, KPUM menyatakan tiga partai yang lolos setelah melewati dua tahap verifikasi berkas, pada 17 dan 21 April, adalah Partai Amanat Mahasiswa (PAM), Partai Islam Progresif (PIP), dan Partai Jas Merah (PJM).



Setelah penandatanganan deklarasi oleh perwakilan partai dan Ketua KPUM, acara dilanjutkan dengan pengambilan nomor urut peserta Pemira. Hasil yang didapat sebagai berikut:

1. Partai Jas Merah (PJM)

2. Partai Amanat Mahasiwa (PAM)

3. Partai Islam Progresif (PIP)

Ditemui Nuansa ditengah acara, KPUM mengakui persiapan menuju Pemira saat ini telah hampir selesai. “Persiapan untuk Pemira sampai saat ini telah berjalan sembilan puluh persen. Untuk keperluan seperti Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), sudah tersedia. Pembekalan dilaksanakan dalam beberapa waktu supaya pada saat hari pelaksaaan panitia bisa bekerja semaksimal mungkin,” jelas Bima Kuntarajati, Ketua KPUM UMY.

Agenda selanjutnya yang akan dilaksanakan KPUM yaitu pendaftaran Calon Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa pada tanggal 23-26 April, kemudian dilanjutkan verifikasi data pada 27 April 2018. Sementara itu, terkait dengan adanya suara pemboikotan Pemira, KPUM mengaku merasa senang, artinya dengan adanya pemboikotan berarti mahasiswa melihat bahwa KPUM sudah bekerja dan mahasiswa mengetahui akan dilaksanakan Pemira sehingga dapat berpatisipasi didalamnya.

Evaluasi untuk KPUM

Aulia, perwakilan PAM, dan Salman Al Farisi, perwakilan PJM, sama-sama menyatakan kekecewaannya terhadap KPUM atas persyaratan pengumpulan 500 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) RFID dalam waktu yang singkat, sedangkan pada tahun lalu pengumpulannya cukup dengan salinan fotocopy. Menurut Aulia, KPUM masih kurang cakap, belum paham perannya, dan kesulitan memahami aturan partai.

Tak jauh berbeda, Ryan, perwakilan PIP, juga menambahkan evaluasi terhadap kecacatan administrasi KPUM. “Hal tersebut berkaitan dengan surat yang seharusnya diberikan beberapa hari sebelum acara, ini perihal etika, lalu soal timeline yang sangat berdekatan. Seharusnya adanya KPU menjadi pembelajaran bagi partai mahasiswa,” ujarnya.

Secara keseluruhan, masing-masing perwakilan partai berharap pelaksanaan Pemira UMY 2018 dapat berjalan dengan lancar dan partainya mendapat kemenangan. (apa, dnm, mat)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar