Media Zaman Now

Sumber gambar:  https://locita.co/esai/hoaks-membangun-ala-bos-badan-siber


Oleh: Muhammad Fahrulrozzi Iriansyah

Nuansa Online - Menurut Antoso S. Hamijaya  dikutip dari situs Pakar Komunikasi, Media adalah segala bentuk perantara yang dipakai seseorang untuk menyebarkan ide, agar ide tersebut sampai pada penerimanya. Dapat diartikan juga media sebagai alat untuk menyebarkan ide mengenai suatu peristiwa maupun kejadian terhadap khalayak untuk di konsumsi. Sejak tahun 1999 setelah berakhirnya masa Orde baru kebebesan pers dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Setelah masa Orde baru berbagai media cetak bebas menyebarluaskan berita dengan menjunjung tinggi kode etik Jurnalistik tanpa adanya lagi ancaman dari pihak ketiga. 19 tahun berlalu, apakah media hari ini masih menjungjung tinggi kode etik jurnalistik?

Di era digital pada zaman ini media cetak menggunakan sosial media sebagai salah satu alat untuk menyebarluaskan Informasi dengan berbagai cara-cara yang kreatif dan adapula dengan cara yang profokatif untuk memancing pembaca. Sebelum pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2014, berbagai media cetak “dijadikan” alat untuk menyebarluaskan kelebihan-kelebihan salah satu calon pasangan Presiden dan menjatuhkan pula pasangan calon lain dengan pemberitaan yang profokatif dan Headline berita yang belum dapat dibuktikan kebenaranya. Sehingga Masyarakat pengkonsumsi media tersebut termakan dengan informasi yang mengakibatkan membentuk cara pandang terhadap orang lain. Tak dipungkiri pada saat itu masyarakat terbagi dalam dua kubu yang Pro ke-A dan Pro ke-B dengan membagikan berita didalam akun media sosial mereka untuk mempengaruhi teman kerabat dan sebagainya. Terlebih kebisaan beberapa Masyarakat Indonesia yang mudah termakan 


Headline berita tanpa membaca isi berita terlebih dahulu. Sehingga sudut pandang terhadap seseorang sudah di cap sebagai sesuatu yang buruk dan dapat menimbulkan rasa kebencian. Sering kita jumpai debat kusir di media sosial dengan membagikan link-link yang dianggap bersifat data untuk membela suatu kubu tanpa kebenaran yang belum dapat dibuktikan.


Bukan hal baru menggunakan media cetak sebagai alat untuk “Pencitraan” seseorang untuk mendapatkan suara dan membuat image terhadap dirinya. namun virus ini kembali terjadi dan puncaknya pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Seperti yang kita ketahui pada saat itu isu-isu digoreng untuk menjatuhkan suatu pasangan cagub dan Masyarakat kembali terpecah belah. Media Cetak mengambil kesempatan dengan membuat Headline yang negatif terhadap seorang Pejabat maupun politkus sehingga timbul rasa kebencian. Lucunya segelintir orang tersebut menggunakan headline berita yang profokatif kemudian di Screenshot lalu di buat berbagai Meme yang kembali disebar luaskan. Kemudian diperparah oleh akun-akun Anonim untuk menjatuhkan seseorang.

Baru baru ini terjadi kasus Kartu kuning Jokowi yang dilakukan oleh Ketua BEM UI  terhadap kepala negara, pemberitaan terhadap dirinya langsung menjadi trending topic. Kembali, berbagai media “Menjatuhkan” seseorang dengan pemberitaan profokatif bahkan hingga isu Nilai-pun dipergunakan ditambah komentar-komentar profokatif dari akun-akun anonim sehingga membuat Image seseorang jatuh.

Tahun 2018 merupakan tahun politik dan rasanya sulit setelah Pilgub DKI Jakarta hingga pada saat ini menemukan headline media yang rasional dan pemberitaan yang objektif ditambah maraknya akun-akun anonim yang dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat yang menggunakan sosial media. Lalu bagaimana peran kita sebagai mahasiswa? Yang hanya dapat kita lakukan mencari kebenaran berita tersebut. Apabila kedapatan Hoax maka kita bantu menyebarkan dalam berbagai postingan bahwa itu merupakan berita hoax di sertakan dengan bukti dan tak lupa pula kita mengirimkan kritikan terhadap media cetak yang terbukti menyebarluaskan Hoax untuk menjungjung tinggi kode etik jurnalistik. Bila kita berdiam saja maka makin hari makin terasa perpecahan antara masyarakat.

Salam Pers Mahasiswa!

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar