Kampanye World Water Day dan Earth Hour melalui Bina Desa

Anggota MMSA memberikan sarung tangan gratis kepada warga Desa Sengonkarang


Nuansa Online – “Pemeritah sudah melakukan regulasi, tapi kan cakupannya ke pelosok-pelosok juga masih kurang. Di sini lah fungsinya kita mahasiswa maupun mahasiswa kedokteran, dimana kita juga harus menjaga kesehatan masyarakat,” tutur Aditya Rahmat Zulfikar, Ketua Muhammadiyah Medical Students’ Activity (MMSA), saat ditemui Nuansa pada Minggu pagi (25/3) di Desa Sengonkarang, Sedayu, Bantul, dalam kegiatan SAFEMOVE 2018.

SAFEMOVE atau Save the Earth from Environmental Pollution Movement 2018 merupakan kegiatan sebagai bentuk kampanye World Water Day dan Earth Hour yang jatuh bersamaan di bulan Maret. MMSA dalam hal ini melakukan kegiatan bina desa di Desa Sengonkarang. “Tujuan kita membina desa kan agar desa itu bisa mandiri melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mereka rasa bisa meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Aditya.

Kegiatan bina desa yang dilakukan MMSA ini sudah berjalan selama 6 tahun, namun khusus untuk Desa Sengonkarang sendiri sudah berjalan selama 2 tahun. “Di MMSA bina desa sudah berjalan 6 tahun, 4 tahun pertama bukan di desa ini. Di Desa Sengonkarang sendiri sudah berjalan 2 tahun terakhir ini,” jelas Aditya.

Aditya juga mengungkapkan bahwa Desa Sengonkarang sendiri masih perlu diperhatikan lagi soal sanitasi airnya karena menurutnya angka penderita Demam Berdarah di desa ini masih cukup tinggi. “Kalau disini masih banyak yang mengalami DBD (red: Demam Berdarah), otomatis kan air masih banyak yang kotor,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan dalam acara ini yaitu kerja bakti, pengumpulan sampah plastik, dan edukasi masyarakat tentang bank sampah serta sanitasi air. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan masyarakat dewasa Desa Sengonkarang, tapi juga melibatkan Karang Taruna dalam edukasi. Aditya berharap dengan adanya kegiatan kerja bakti serta penyuluhan soal sanitasi air akan mampu mengurangi angka DBD di Desa Sengonkarang.

Saminem, salah satu warga di Desa Sengonkarang, pun sudah mengakui manfaat adanya kegiatan bina desa ini. “Alhamdulillah sudah,” tuturnya. Saminem, menurut penuturannya, cukup sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan MMSA di desanya. Ia juga menambahkan bahwa setiap warga desa harus menjaga lingkungan. “Harus bersih-bersih, menjaga lingkungan,” tuturnya.

Selanjutnya Aditya menegaskan bahwa kegiatan bina desa dalam bidang kesehatan ini bisa menjadi tempat berlatih dalam menjaga kesehatan masyarakat sebelum menjadi seorang dokter bagi mahasiswa kedokteran. “Sebelum kita jadi dokter, disinilah tempat kita berlatih, makanya kita mulai dari sekarang,” tegasnya. (ran)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar