Dakwah Modern di Kalangan Anak Muda

Dakwah modern, salah satunya melalui musik.


Nuansa Online - Dinamika kalangan muda di era teknologi saat ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi dakwah Islam terutama dalam hal sopan santun. “Karena sekarang bertutur juga tak lagi hanya lewat mulut namun juga dengan jempol,” ungkap Syauqi Muzhafar, Ketua Acara Festival Dakwah Nasional (FESDANAS 2018).

Melalui seminar ‘Bertutur dalam Dunia Entertainment,’ Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMJ KPI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuka FESDANAS ketiga dengan mengangkat sisi modern dakwah dan peran serta warganet di dalamnya pada Sabtu (10/3), di Amphiteater Gedung KH. Ibrahim E7, UMY. FESDANAS akan berlangsung melalui serangkaian lomba dan bakti sosial selama dua minggu dengan malam puncak pada Sabtu, 31 Maret.

Terkait sisi modern dakwah, Helvy Tiana Rosa, penulis 57 buah buku-buku Islami, mengungkapkan perlunya pemuda Islam untuk melatih diri mengembangkan bakatnya. Dalam hal menulis, menurutnya bakat hanya mempengaruhi 10% proses, sementara 90% adalah tekad dan latihan. “Muslim yang baik, harus sama baiknya dengan membaca dan menulis,” ujarnya.

 Penulis 57 buku-buku Islami, Helvy Tiana Rosa (kanan), memberikan motivasi kepada peserta.


Sementara itu, Nurul Azkia, pemilik akun instagram @nunuzoo, menekankan dalam dakwah di era teknologi penting untuk mengedepankan bahasan yang ringan, mudah dipahami, tetapi bermakna. Ia juga berpesan ketika berdakwah untuk selalu berpikir positif dan jangan lelah untuk menyebarkan kebaikan. “Jangan menunggu diri menjadi baik dulu baru berdakwah, tapi berdakwahlah sambil memperbaiki diri, ungkap pemudi yang sering dijuluki videomaker dakwah comedy. (afifah p, dee)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar