Warga Tolak Bandara melalui Festival

Suasana di tengah festival, Ahad siang (4/2). (Foto: Dokumentasi panitia)


Nuansa Online - Penolakan terhadap pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) kembali diserukan. Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) menggelar kegiatan yang bertajuk Festival Guyup Murup di Pedukuhan Kragon II, Desa Palihan, Temon, Kulonprogo (4/2).

Festival Guyup Murup dilaksanakan sebagai simbol perlawanan dan penolakan warga atas digunakannya tanah mereka untuk kepentingan pembangunan bandara. “Ini adalah simbol ketegasan dan perlawanan agar diketahui masyarakat luas bahwa warga di sini punya harga diri dalam mempertahankan tanah airnya dari cengkeraman korporasi maupun pemerintah,” ungkap Restu Baskara, Koordinator Acara.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam festival ini, diantaranya orasi solidaritas, musikalisasi puisi, mural, pameran fotografi, dan diakhiri dengan menerbangkan layang-layang yang melambangkan semangat eksistensi warga dalam berjuang menolak digusur oleh pembangunan bandara. Tak hanya warga sekitar, kalangan mahasiswa, aktivis, dan relawan peduli lingkungan turut hadir meramaikan.

Salah seorang warga yang menolak NYIA, Sofyan, mengungkapkan bahwa warga akan tetap bertahan dan beraktifitas seperti biasa meskipun pembangunan bandara sedang berlangsung. “Kami akan hidup di sini, kami tidak akan melepaskan hak milik kami (red: tanah),” jelasnya. Festival Guyup Murup akan berlangsung selama sebulan kedepan dengan berbagai kegiatan. (hrp)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar