Dibalik Gencarnya Pengenalan PKM

Poster tentang PKM tertempel pada salah satu majalah dinding di Gedung KH. Ibrahim. 

Nuansa Online - Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan suatu program yang dirancang oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDITKI) untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Secara umum bertujuan untuk meningkatkan iklim akademik yang kreatif, inovatif, visioner, solutif dan mandiri.

PKM Terbagi menjadi lima bidang, yaitu PKM-P (Penelitian); PKM-K (Kewirausahaan); PKM-M (Pengabdian Masyarakat); PKM-T (Penerapan Teknologi); serta PKM-KC (Karya Cipta) dan PKM-GT (Gagasan Tertulis). Muara dari PKM ini ialah Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS).

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sendiri beberapa periode ini mulai menggencarkan kembali keikutsertaan mahasiswanya dalam PKM. Terlihat dari banyaknya workshop-workshop mengenai PKM, baik di tingkat fakultas maupun universitas.

Beberapa mahasiswa pun membentuk berbagai kelompok atau komunitas yang juga memberi perhatian lebih pada penggarapan PKM, salah satunya Gesfid di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). “Kalau di FEB berbeda dari tahun kemarin. Tahun kemarin ibaratnya kita masih sporadif, kita masih acak-acakan gitu, yang ngirim ya ngirim, yang enggak ya enggak. Sekarang sudah lebih terstruktur,” ujar Chandra Kusuma, Ketua Gesfid.  Selain itu, Chandra menambahkan, dari workshop, seminar, pembimbingan, bahkan jadwal pengiriman tahun ini sudah diatur fakultas.


Fakultas lain yang menggencarkan partisipasi mahasiswanya mengikuti PKM salah satunya Fakultas Pertanian (FP). Chandra Kurnia Setiawan, salah seorang dosen FP yang sudah tiga tahun aktif membimbing PKM, melihat adanya perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menuturkan, saat ini lebih banyak mahasiswa bimbingannya memilih untuk mengikuti kategori PKM-M, PKM-K, dan PKM-T daripada PKM-P.

Chandra juga mengakui adanya upaya untuk mendorong mahasiswa mengikuti PKM melalui dosen. “Kalau dosen sendiri ada beberapa strategi yang digunakan untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa, antara lain dibuatnya PKM center di masing - masing Program Studi, ada juga yang membuat tugas untuk mahasiswa lalu tugas tersebut diarahkan untuk dilanjutkan ke PKM, ada dosen yang memberikan tema lalu dikembangkan oleh mahasiswa, dan lain – lain,” jelasnya.         

Terkait hubungan keikutsertaan mahasiswa dalam PKM dan penilaian akreditasi universitas, Chandra memandang hal itu bukanlah tolak ukur utama. “Semakin banyak mahasiswa lolos PKM dan terdanai, bahkan lolos dan juara PIMNAS merupakan prestasi yang berdampak positif pada nilai akreditasi. Namun sebetulnya nilai tersebut hanya sedikit dari semua komponen akreditasi. Jadi menurut saya gencarnya PKM ini merupakan keputusan dari Universitas untuk meningkatkan suasana akademis di UMY, khususnya bidang penalaran,” ungkapnya. (apr, usw)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar