Cadar Dilarang, Mahasiswa FAI Lakukan Aksi Penolaka

 Mahasiswa bercadar menjadi massa aksi terdepan dalam Aksi Menolak Larangan Cadar dari Aliansi Mahasiswa FAI, di depan Lobi Gedung F6, Senin (26/2) pagi.

Nuansa Online - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FAI (Fakultas Agama Islam) melangsungkan aksi bertajuk ‘Menolak Larangan Cadar’ di depan Lobi Gedung F6, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/2) pagi. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Akmal Akhsan Tahir, mengungkapkan latar belakang dilakukannya aksi yaitu perihal pemakaian cadar yang berpuncak pada tercantumnya larangan untuk menggunakan pada kontrak belajar di FAI UMY.

Ditemui di saat yang sama, Faiz A., mahasiswa FAI yang juga salah seorang peserta aksi, menambahkan penjelasan kronologis masalah yang melibatkan dosen-dosen dan mahasiswa FAI ini. “Awalnya ketika kuliah umum ada dosen menegur mahasiswa yang memakai cadar, dan sewaktu bridging ada dosen yang meminta mahasiswa membuka cadarnya di depan umum,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan massa aksi, Dekan FAI UMY, Akif Khilmiyah, menawarkan kesepakatan win-win solution yaitu membuka cadar di saat-saat tertentu dalam perkuliahan. “Kesepakatan gini saja, dibuka saat presentasi kalau dosen meminta,” ujarnya.
 
 Massa aksi berkumpul terlihat dari lantai atas Lobi Gedung F6 UMY.
Sementara itu, Hilman Latief, Wakil Rektor IV UMY Bidang Kemahasiswaan dan AIK, yang turut hadir menemui massa aksi menyampaikan perlunya dialog lebih lanjut dan memastikan keterlibatan universitas dalam kasus ini. Harus ada dialog, dan kami akan mengadakan pertemuan dengan pihak fakultas lebih dulu,” jelasnya.

Aksi diakhiri tanpa ada kesepakatan lebih lanjut terkait peraturan cadar, tetapi fakultas menjanjikan akan adanya dialog lebih lanjut dengan mahasiswa. “Harus ada pengantar, musyawarah, akan ada dialog lagi tapi dengan pihak pemimpin mahasiswa entah HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), atau lainnya,” terang Syarif As’ad, Wakil Dekan FAI UMY Bidang Kemahasiswaan.


Menanggapi hasil audiensi aksi, salah satu mahasiswi bercadar yang menjadi peserta aksi mengungkapkan rasa kecewa kepada Nuansa. “Kecewa sih. Apabila pihak kampus tetap pada prinsip awal, semoga kampus tidak kehilangan mahasiswa-mahasiswanya. Apabila pihak kampus tidak mengizinkan, teman-teman saya yang memakai cadar memutuskan untuk pindah,” ungkapnya. (sih, sn)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments: