Secangkir Rasa Kalah

Sumber gambar: neonnettle.com

Oleh: Rian

Detik ini, jantung ini masih berdetak
Kaki ini, masih dapat melangkah, dan
Hasrat ini, masih tetap ada

Terihat Sebuah sudut di wilayah utara
Menyodorkan bendera Kuning berkibar kencang diterpa angin kehilangan
Hari itu telah kehilangan jiwa seorang hamba
Tersisa hanya badan yang kekuningan lagi pucat
Saat itu, kita, Kau dan aku telah usai
Saat itu, hanya kau dan Dia.

Semua hanya tentang dia disebuah pikiran yang ceria
Senyum dan mata nya sedang menari di pikiran
Sekejap, kau berubah. Kau tak lagi sama
Kau dan aku, kita tak lagi sama

Kau tenggelam dalam syair yang indah
Terjatuh didasar lautan penuh nikmat
Memandang langit penuh cinta, dan
memandang diri penuh dosa
Layak kah bila bedegap?

Gamang jam pasir miliku bila habis, dirinya tak tak terbayar


Aku, aku kalah.

Rian, 24 Desember 2016
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar