Saudara Memanggil

(Sumber gambar: Doni/Nuansa)

Oleh: Doni Tri Ambodo


Mereka hidup ditanah yang kelam
Tembok kokoh saling menghantam
Awan putih menjadi geram
Saling mengutuk dan mendendam

Suaramu  terdengar entah kemana
Ledakan tembakan memecah suasana
Air mata tak berkuasa
Dari mereka yang tak berdosa

Memuntahkan lagi pemberontakan
Debu terbang bagaikan hujan
Air mata bercucuran
Darah menetes mengguyur badan
Air mata pecah bercucuran
Tangisan rintih sang kanak-kanak

Jiwamu yang rapuh
Menegakkan tiang sembahyang
Dari dosa yang dikekalkan
Dan seringkali kudengar kata-kata pedas
Justru sangat menggembirakan

Wahai jiwa yang lantang
Dimanakah dirimu sekarang
Semangatmu yang dipujakan
Gelorakan keadilan
Mengembara ke medan perang
Menindas pada kesalahan
Biarkan hak kami dapatkan
Atas kemerdekaan

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar