Lift Gedung D (K.H. Mas Mansyur) yang Terbatas

Lift Gedung D UMY ketika sedang tidak dapat digunakan. (foto: Indri)


Oleh: Indri Farah Febrina

Nuansa Online - Gedung D (K.H. Mas Mansyur) di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah gedung yang digunakan untuk Program Vokasi, Pusat Pelatihan Bahasa, dan Perpustakaan Pusat. Gedung D sendiri terbagi atas 4 lantai, lantai pertama digunakan untuk Vokasi yang terdiri dari Program Studi Akutansi Terapan, Teknik Mesin, dan Teknik Elektromedik. Di lantai kedua dan ketiga, terdapat Perpustakaan Pusat UMY, American Corner dan Warung Perancis. Di lantai keempat, terdapat Pusat Pelatihan Bahasa (PPB). Bisa dikatakan Gedung D UMY termasuk salah satu gedung yang banyak dikunjungi mahasiswa/mahasisw. karena terdapat perpustakaan pusat dan Pusat Pelatihan Bahasa.

Saya awalnya berpikir bahwa Gedung D yang memiliki banyak ruangan tersebut, akan memiliki lift yang banyak. Karena akan banyak pengunjungnya. Namun, ternyata tidak. Lift yang ada di Gedung D hanya satu lift yang hanya bermuat maksimal 6 orang untuk sekali naik lift dan juga sering error. Menurut saya, itu sangat tidak relevan dengan mahasiswa yang akan banyak mengunjungi Gedung D tersebut. Karena mahasiswa dari fakultas lain akan mengunjungi Perpustakaan Pusat atau Pusat Pelatihan Bahasa. Memang tersedia tangga yang bisa dinaiki kapan saja dan tersedia dari lantai dasar sampai lantai teratas. Saya mengatatakan hal ini, karena dari beberapa mahasiswa yang saya tanyakan mengenai lift yang terbatas di Gedung D, mereka mengatakan  bahwa perlunya dibangun lift lagi. Salah satunya adalah Larasati Edi Purwanti (Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2017). “Lift nya harusnya diperbaiki, karena itu sering error dan kalau bisa liftnya ditambah lagi agar bisa menampung mahasiswa yang ingin pergi ke Perpustakaan Pusat atau Pusat Pelatihan Bahasa. Saya merasa kurang nyaman jika harus pergi ke Pusat Pelatihan Bahasa, karena saya harus naik tangga 3 lantai dan jujur itu membuat saya pegal apalagi kalau selesai kelas harus turun tangga lagi.”

Itulah salah satu pendapat dari mahasiswa di UMY mengenai lift yang ada di Gedung D. Saya pikir merupakan hal yang wajar jika diadakan pembangunan lift lagi. Karena itu merupakan salah satu yang mendukung sarana dan prasarana kampus.Juga, agar mahasiswa agar lebih sering mengunjungi perpustakaan pusat untuk membaca buku atau mengerjakan tugas.

Apalagi di kampus UMY sendiri, juga ada mahasiwa difabel. Saya pikir para mahasiswa difabel akan merasa tidak nyaman jika mereka harus pergi ke Gedung D ke tempat Perpustakaan Pusat. Karena mereka pasti akan menggunakan lift. Namun karena seringnya terjadi lift yang error maka mereka harus menaiki tangga yang itu akan membuat mereka kesusahan. Apalagi pada saat jam-jam kuliah bahasa inggris di Pusat Pelatihan Bahasa, banyak mahasiswa yang mengantri di lantai dasar untuk naik lift, namun sering gagal karena ramenya lift tersebut ataupun error.


Pihak Kampus sudah seharusnya melakukan tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Karena di tangan pihak kampus lah, pembangunan dilakukan. Sebagai kampus yang memiliki akreditasi A sangat tidak pas jika melihat lift yang masih kurang di Gedung D. Apalagi pada tanggal 11-12 Desember 2017 telah diadakan akreditasi Institusi Perguruan Tinggi. UMY sudah seharusnya melihat keluhan dari mahasiswanya jika mengunjungi Gedung D. Apalagi sarana dan prasarana menjadi salah satu kriteria penting untuk tetap bisa mempertahankan UMY sebagai kampus yang memiliki akreditasi A serta biaya kuliah yang cukup tinggi sudah seharusnya didukung dengan sarana dan prasarana kampus yang memadai agar terjadi keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang diberikan. Saya berharap jika ini akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak Kampus. Maka hasilnya akan memuaskan mahasiswa. Jika diperlukan dibangun juga lift di gedung-gedung yang lain. 
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar