SDGs, Tujuan Global untuk Masyarakat Lokal

Perbandingan SDGs dengan MDGs ditampilkan oleh Aditya Pradana dalam seminar di Ruang Seminar A Gedung K.H. Ibrahim E7, UMY. (NUANSA/Adel)

Nuansa Online - Mengangkat Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai topik utama, Model of United Nations (MUN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan Workshop on Diplomacy and MUN ke-tiga. Melalui tema ‘Enhancing Global Goals toward a Sustainable World,’ fungsi diplomasi yang lebih luas coba diperkenalkan oleh MUN dalam workshop yang berlangsung selama dua hari (12-13).

Dibuka dengan seminar tentang SDGs di Amphiteater A Gedung K.H. Ibrahim E7, UMY, Zakki Syaiful Hunafah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUN UMY, dalam sambutannya mengungkapkan pemilihan SDGs sebagai tema utama tidak lepas dari berkembangnya pemahaman baru tentang diplomat yang tidak lagi terbatas pada orang-orang berdasi dengan pakaian rapi. “Prinsip dari diplomasi adalah grassroot dari masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Jordan Gunawan, Penasehat MUN UMY, dalam sambutannya menjelaskan bahwa diplomasi bukan hanya ranah yang dimiliki oleh mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. “Kita butuh diplomasi di kehidupan sehari-hari kita,” tuturnya.

Aditya Pradana, mahasiswa berprestasi dari Geografi Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam pemaparan materi seminarnya mengungkapkan hadirnya SDGs tidak terlepas dari fakta yang menunjukkan mulai rusaknya Bumi. “Kita tidak punya plan B selain Bumi,” ungkapnya menirukan kata-kata mantan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon.

SDGs sendiri terdiri dari 17 goals, dalam total 169 target spesifik, hasil dari negosiasi antara bangsa-bangsa selama 2 tahun, dengan target tercapai pada 2030. “Dunia punya 17 goals yang ambisius,” tutur Aditya.

Aditya juga turut menjelaskan tiga poin yang dimiliki oleh SDGs yaitu universalitas, integritas, dan transformitas. Hal ini mengakibatkan setiap goals sama pentingnya dan terhubung satu sama lain. SDG’s menurut Aditya merupakan kebijakan yang action-oriented.

Terkait penerapannya di Indonesia, Aditya juga berpendapat bahwa program Nawacita di era pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mencakup 17 goals dalam SDGs. “Indonesia telah menaruh perhatian pada SDGs,” jelasnya. Ia menambahkan peran yang dapat dilakukan mahasiswa dalam penerapan SDGs antara lain mengevaluasi, mengadvokasi, dan melaksanakannya.

Asep Suryana, salah seorang pemateri seminar dan alumni MUN UMY, juga turut mengungkapkan pentingnya diplomasi terutama dalam grassroot masyarakat. “Pada akhirnya (red: diplomasi) tentang bagaimana membuat dunia yang damai,” ungkapnya. (adl)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar