Pupuk Organik, Potensi Pertanian Indonesia

Narasumber seminar sedang menyampaikan materi di Ruang Sidang A.R. Fachruddin B, UMY (2/12).
Nuansa Online - Problematika penggunaan pupuk organik di Indonesia menjadi menjadi salah satu kajian utama Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) tahun ini. Melalui seminar nasional yang bertempat di Ruang Sidang A.R. Fakhrudin B, UMY (2/12), permasalahan pupuk organik dikaji dengan menghadirkan tiga narasumber dari praktisi, akademisi, dan birokrasi.

Sugianto, praktisi pertanian yang juga pemilik Tani Organik Merapi (TOM), memandang pupuk organik memiliki maanfaat dan potensi. “Salah satu peluang pupuk organik yaitu memiliki berbagai manfaat meningkatkan kesuburan tanah, dengan pupuk organik dapat memperbaiki kondisi kimia, fisika, dan biologi dari tanah kita, dan juga aman bagi manusia dan lingkungan” ujarnya.
Sementara itu, Tyas Kristanti, Kepala Seksi Mutu dan Standarisasi Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyampaikan pentingnya koordinasi yang jelas terkait pengajuan pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk kelompok tani. Hal tersebut menjadi penekanan pemerintah mengingat bagaimana alur distribusi pupuk dalam perkancahan global.


Melihat potensi pupuk organik, akademisi seperti Agus Nugroho Setiawan lebih mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan teknologi pertanian organik dan penerapan pengoptimalan pupuk organik bagi para petani. “Saudara harus bisa mengkaji tekhnologi, dan cobalah membuat praktek, percobaan atau apapun itu, yang kalau sudah mantap apa yang saudara lakukan maka kemudian mulailah terjun ke masyarakat menyampaikan sesuatu  seperti pelatihan ataupun penyuluhan” ungkapnya lebih lanjut. (nis)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar