Korelasi Masyarakat dan Pemerintah

Sumber foto: http://amalulasudira.blogspot.co.id/2012/12/teknik-pengkondisian-lapangan-serta.html

Oleh : Sri Fatimah
Nuansa Online - Good Goverence atau yang sering diartikan sebagai pemerintah yang baik adalah pemerintah mampu mengayomi, melindungi, dan mendampingi masyarakat dalam berbagai keadaan. Salah satu tolak ukurnya adalah ketika pemerintah tersebut mampu membuat keputusan tanpa berat sepihak. Hal ini menjadi penting sebab masyarakat merasa dilindungi ketika pemerintah mampu memutuskan suatu perkara yang tidak membebani masyarakat kelas bawah namun juga tidak menguntungkan masyarakat kelas atas atau setara antar semua golongan. Jika pemerintah mampu memerankan perannya menjadi good goverence maka masyarakat madani yang diidamkan Indonesia sejak dulu akan terwujud.

Namun, yang menjadi pokok permasalahan saat ini adalah masyarakat masih merasa belum puas terhadap kinerja pemerintah. Mereka masih saja mengeluh mengenai ketidakadilannya pemerintah terhadap golongan kelas bawah. Salah satu contohnya adalah sebuah keluarga yang mengaku tidak diberikan jaminan keluarga sejahtera sebagai pengganti Kartu Perlindungan Sosial (KPS) padahal kondisi perekonomiannya jauh diatas rata-rata. Seharusnya masalah ini menjadi sorotaan pemerintah. Namun nyatanya sampai saat ini  keluarga tersebut belum mendapatkan jaminan apapun. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka akan mengancam ketahanan negara. Meski hanya satu kasus yang baru terungkap, kita bisa bayangkan kedepan, bagaimana anak dari keluarga tersebut bisa melanjutkan studi ketika salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa adalah jaminan tersebut. Dapat dibayangkan, anak yang harusnya mempunyai potensi besar untuk merubah negara ini harus terhambat pendidikannya karena ketidakadilan kebijakan pemerintah. Kita tidak tau berapa banyak keluarga kurang mampu yang masih terabaikan oleh pemerintah.

Good Goverence tidak hanya dilihat dari segi itu saja, namun juga dari segi bagaimana ia memberikan kebebasan kepada setiap anggota anggota masyarakat. Kebebasan ini meliputi kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berpolitik secara adil terhadap semua kalangan dan gendernya. Maka, ketika suatu kebijakan pemerintah dinilai kurang efektif, masyarakat berhak untuk mengkritik pemerintah. Cara yang dilakukanpun bisa bermacam-macam, mulai dari penyampaian pendapat, surat elektronik, hingga demonstrasi. Yang perlu di garis bawahi demonstrasi juga bisa digunakan sebagai sarana unjuk rasa selama demonstrasi tersebut tidak membahayakan dan merugikan semua pihak. Bakan, Imam Nawawi pernah berkata, barang siapa yang mendiamkan kemungkaran seorang pemimpin lalu menunjukkan sikap rela, setuju, atau mengikuti kemungkaran tersebut, ia telah berdosa (Republika.co.id diakses pada 20 November 2017 pukul 03.30) dan demonstrasi adalah salah satu cara untuk mengkritik pemerintah.

Tidak hanya masalah keadilan seperti diatas, namun juga masalah masalah kecil yang saya lihat sendiri. Suatu ketika, ada seorang korban kecelakaan yang cukup parah tapi ia berasal dari golongan tidak mampu. Sehingga menggunakan kartu jaminan. Namun, yang terjadi adalah pihak rumah sakit yang enggan menolong pasien tersebut, entah apa alasannya. Justru pihak rumah sakit malah menolong korban luka ringan yang non kartu jaminan. Disini dapat dilihat bahwa pemerintah belum hadir disetiap lini kehidupan masyarakat. Yang lebih parah masyarakat enggan menolong orang yang berada di bawah kelasnya. Ini mencerminkan bahwa masyarakat madani belum bisa terwujud secara benar. Masih banyak hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi.


Meskipun masalah-masalah seperti diatas mestinya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi kita sebagai anggota masyarakat juga perlu mengetahui hal semacam ini. Kita, masyarakat bisa menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah mengani hal semacam ini. Sebagai pemerintah yang baik harusnya tanggap dan lebih memperhatikan siapa saja yang dipimpin, siapa saja yang perlu dilindungi dan diayomi. Jika masyarakat maupun pemerintah bisa berelasi maka cita-cita kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang aman, tentram, dan damai akan terwujud.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar