Dilematika Pendidikan

sumber gambar: http://img11.deviantart.net/d621/i/2012/260/5/2/mahasiswa_by_yusufisazis-d5ez408.jpg
Oleh: Feba Fadhiliana

Nuansa Online - Mahasiswa merupakan seseorang yang mengemban pendidikan atau belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Ternyata menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata. 

Mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia. Dewasa ini, istilah mahasiswa semakin sering didengar dalam percakapan sehari-hari, hal ini lantaran maraknya aksi demonstrasi yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa yang menuntut perbaikan atas kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang konon tidak berpihak pada rakyat kecil.

Hal ini jauh berbeda dengan masa-masa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang konon katanya adalah masa paling indah, dunia kampus tentu mempunyai ciri khasnya sendiri. Akan ada banyak hal baru yang akan kita temui dalam kehidupan kampus, misalnya lingkungan yang baru, orang-orang yang baru dan berbeda kepribadiannya satu sama lain serta berkembanganya pola pikir yang berbeda pula.

Di lingkungan kampus, kesan individualistik cenderung lebih menonjol dan biasanya sifat yang kurang begitu peduli pada sekitar ini dimiliki oleh hampir semua mahasiswa sehingga semuanya berpotensi menganut paham ini. Sesungguhnya hal ini lebih dikarenakan kondisi kampus yang menuntut mahasiswanya untuk menjadi lebih mandiri. Namun hal ini bisa kita minimalisir dengan memperbanyak mengikuti berbagai kegiatan di kampus semisal mengikuti berbagai organisasi di kampus ataupun berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Selain lingkungan yang baru dan berbeda dari kehidupan di SMA, di kampus, kita juga akan menemukan orang-orang yang baru, teman-teman baru serta para pengajar baru yang kesemuanya itu memiliki watak dan kepribadian yang berbeda satu sama lain. Hal ini haruslah menjadi kesadaran bagi kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, untuk itu, tidaklah berlebihan jika kita menyebut dunia kampus sebagai dunia yang sama sekali baru bagi kita.

Jika dibandingakan pada sisi yang lainnya, perbedaan yang cukup mendasar dari kehidupan SMA dan dunia kampus adalah tujuan menempuh pendidikan pada jenjangnya. Jika pada saat SMA kita dipusingkan dengan berbagai pilihan untuk meneruskan pendidikan selanjutnya maka saat menjadi mahasiswa, kita akan lebih cenderung untuk  memfokuskan diri pada tujuan akhir proses pendidikan tersebut dan adalah sebuah hal yang klasik menyangkut masalah ini yaitu lapangan pekerjaan. Hal ini secara alamiah akan menguras pikiran para mahasiswa terutama mahasiswa semester akhir.

Selain hal-hal di atas, dalam dunia kampus proses pembelajaran menjadi hal yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan proses belajar mengajar di jenjang pendidikan sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang benar-benar harus diperhatikan di sini. Sistem pendidikan yang menuntut guru untuk lebih aktif mengajar dan memberikan ilmu pada peserta didik tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, mahasiswalah yang harus lebih aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran.

Dunia kampus pastilah bukan berisi orang sembarangan. Banyak orang-orang hebat baik dari kalangan dosen, alumni ataupun mahasiswa yang rasanya sangat sayang jika tidak menimba ilmu dari mereka. Setidaknya kita bisa kecipratan dan ketularan oleh ilmu–ilmu mereka dan kita dapat menerapkan ilmu– ilmu tersebut sehingga bisa beguna bagi bangsa, agama, dan negara. 
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar