Dampak Siklon Cempaka, Kampus: Tidak Separah Tahun Lalu

Petugas kebersihan membersihkan lumpur yang menutupi jalan di depan Student Center UMY pada Minggu (3/12).

Nuansa Online - Seminggu yang lalu daerah Yogyakarta dan sekitarnya merasakan akibat dari Siklon Cempaka di Selatan Pulau Jawa. Kerusakan infrastruktur terjadi di berbagai titik, tak terkecuali di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kecamatan Kasihan, Bantul.
Beberapa sarana dan prasarana kampus tidak berfungsi seperti lapangan sepak bola dan parkiran motor yang sempat terdapat genangan air yang cukup tinggi, jalanan di depan Student Center yang rusak, serta kolam di depan Pasca Sarjana yang meluap.

Pihak kampus melalui Alhadi Muhammad Zaim, Kepala Urusan Lingkungan dan Kawasan mengakui dampak yang diakibatkan oleh cuaca buruk seminggu lalu tidak separah tahun lalu. “Dampak besar bagi mahasiwa tidak seperti tahun kemarin yang menyebabkan jendela dari ruang kelas pecah dan pohon tumbang di gedung kembar dan pra pembangunan twin bluilding,” ungkapnya. Pada 2016 lalu, UMY juga terkena dampak cuaca buruk yang mengakibatkan beberapa kaca dalam ruang perkuliahan pecah, majalah dinding di lobi-lobi fakultas berjatuhan, serta dua pohon beringin di depan Gedung A.R. Fachruddin B tumbang.

Alhadi juga menegaskan beberapa upaya telah dilakukan sepekan terakhir untuk menanggulangi pra dan pasca badai di kampus. “Beberapa langkah telah telah diupayakan untuk mensterilisasi kan kebersihan kampus seperti memotomg ranting dan menata tanaman yang sekiranya membahayakan pihak pejalan kaki khusunya mahasiswa saat badai dan hujan terjadi, membenarkan untuk mengantisipasi saluran drainase yang tersumbat, fogging, membersihkan lumpur yang ada di parkiran depan Student Center dan menata kenyamaan setelah pasca hujan dan lumpur terjadi, jelasnya.

Mahasiswa menjadi salah satu pihak yang paling merasakan akibat cuaca buruk karena menghambat proses perkuliahan, seperti yang dirasakan Ilma Na’fiah mahasiswi Pendidikan Agama Islam (PAI). “Karena cuaca tidak memungkinkan untuk menggunakan motor kami pergi se-kontrakan naik Taxi Online, kemarin pun sempat melihat pihak kampus langsung membersihkan lumpur di parkiran dan aku kira UMY sudah gercep, ungkapnya.

Lain halnya dengan Rizka Fadia, mahasiswi Ekonomi dan Perbankan Islam (EPI), yang berpendapat bahwa kampus kurang tanggap terutama dalam mengantisipasi kabar yang beredar di media sosial. “Cuaca akhir pekan ini memang lagi tidak mendukung dan saya tetap pergi ke kampus, tapi harusnya sebagai lembaga, mengantisipasi foto yang tersebar di Sosmed (Red: Sosial Media) karena akibatnya nama kampus jadi malu, sahutnya. (az, bila)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar