Apresiasi dan Edukasi Melalui Film Indie

Pembukaan screening Movie Land di Auditorium IFI, Yogyakarta (28/11). (NUANSA/Uswah)

Nuansa Online - Cinema Komunikasi (Ciko) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar launching film indie terbaru dalam rangkaian Movie Land.  Bertajuk “Space for Creativity,” kegiatan tahunan yang bertempat di Institut Francais Indonesia – LIP (IFI LIP) Yogyakarta ini (28/11) diharapkan dapat menjadikan wadah bagi sineas-sineas muda dalam menyalurkan karya terbaiknya.

Ditemui Nuansa, Raden Biki Reza, Ketua Panitia Movie Land memaparkan bahwasanya tujuan diadakan lauching film tahunan ini guna untuk memberikan apresiasi kepada sineas-sineas muda khususnya yang ternaung di bawah Ciko. “Kita kan dari teman-teman Ciko sudah melakukan produksi bersama, nah kita juga ingin karya kita dikonsumsi dan dinikmati oleh teman-teman luar sehingga karya kita dapat ditanggapi dan dikritisi nantinya, dengan begitu Ciko dapat lebih baik lagi kedepannya,” paparnya

Pemutaran hari pertama disuguhkan dengan empat film indie berjudul SAM (Another Way to Teach a Child), Mbokmati.com, Luwung Bawani dan Fani Ra Ngerti. Sementara di pemutaran hari kedua ditambahkan satu film berjudul Persuit of Acceptence, sebuah special film yang tahun lalu belum sempat diputar akibat kendala teknis.

Selain menjadikan film sebagai bahan hiburan ataupun tontonan untuk dinikmati, film juga dapat menjadi salah satu sarana edukasi. Film yang merebah pada saat ini sudah mulai banyak mengkritisi tentang keresahan-keresahan yang ada disekitar. Ciko pada Movie Land tahun ini pula mengangkat film-film tentang berbagai keresahan tersebut, mulai dari permasalahan pertanian, standardisasi sebuah pendidikan, kehidupan dan kematian seseorang bahkan sampai keresahan pada kegiatan sehari-hari manusia.


Ditemui ditempat yang berbeda, selaku Iqbal Arieffurahman, Ketua Ciko, juga menambahkan harapannya untuk sineas-sineas muda yang ada di Indonesia. “Sebagai creator kita juga harus dapat menjaga ideologis kita dan jangan sampai kita membuat film tanpa kesadaran dari kita,” ungkapnya. (cdl, usw)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar