Aksi Kolektif untuk Gunungkidul

Relawan sedang membantu membersihkan puing-puing rumah warga di Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta (2/12). (Handout/Maya Amalia)

Nuansa Online - Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu tempat yang terdampak dari fenomena Siklon Cempaka beberapa hari lalu. Banjir menjadi salah satu dampak yang terjadi karena daratan yang didominasi cekungan dan curah hujan tinggi hingga 200 milimeter perhari atau lebih tinggi dari kabupaten lain di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

170 elemen lembaga baik lembaga internal kampus, organisasi mahasiswa ekternal hingga komunitas non kemahasiswaan dari berbagai wilayah di Indonesia tergabung dalam Aliansi Solidaritas Kemanusiaan - Aksi Berbagi Handayani. Diinisiasi oleh Komunitas Gunungkidul Menginspirasi, aksi ini dilakukan selama enam hari ini hingga 12 Desember 2017 dan kini telah menjangkau  74 dusun dan 9 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Antusisame relawan terlihat dari jumlah relawan yang hadir dalam aksi tersebut. Posko yang berpusat di Rumah Belajar Rakyat, Wonosari tersebut tercatat didatangi 400 hingga 500 relawan setiap harinya.  Tidak hanya dari dalam Yogyakarta, beberapa relawan dari berbagai wilayah juga turut serta dalam aksi tersebut.

“Diharapkan dalam aksi ini pemulihan yang lebih cepat dari dampak bencana, karena model aksi kolektif seperti ini bisa menyasar hingga titik terdalam langsung dan lebih cepat jika dibandingkan dari jalur formal birokrasi pemerintah, terang Joko Susilo, Penanggungjawab Aliansi, saat dihubungi Nuansa melalui Whatsapp. (dnx)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar