World Diabetes Day 2017: Ambil Langkah Cegah Silent Killer

Dokter Bowo menyampaikan pentingnya melakukan pencegahan terhadap Diabetes kepada warga Sardonoharjo (26/11). (Foto: NUANSA/Adel)

Nuansa Online - Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Internasional yang jatuh pada 14 November lalu, Center for Indonesian Medical Student's Activities (CIMSA) Region V mengadakaan kegiatan World Diabetes Day bersama masyarakat Desa Sardonoharjo pada Minggu pagi (26/11). CIMSA Region V merupakan gabungan mahasiswa kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Muhammadiyah Medical Student Activity (MMSA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Bekerjasama dengan Standing Committee on Public Health (SCOPH) dan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), World Diabetes Day kali ini menginjak tahun ketiga pelaksanaannya. Bertempat di Balai Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 130 orang yang merupakan warga setempat.

Partisipan dalam kegiatan ini didominasi oleh kalangan ibu-ibu dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). “Tema internasional kan ini tentang women and diabetes, tapi kita lebih ambil ke gizinya disini, ternyata kebetulan yang datang banyak perempuan,” terang Claudia Ferna, Penanggugjawab Kegiatan.

Desa Sardonoharjo sendiri dipilih menjadi tempat diadakannya World Diabetes Day karena menurut data dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), pengidap hipertensi paling banyak berada di sana. Claudia menjelaskan bahwa target capaian dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi. “Kita mikir kenapa di desa banyak yang gini ya, mungkin karena edukasi dan sosialisasinya kurang,” ungkapnya.

Mengambil tema ‘Taking Step to Prevent Diabetes,’ panitia ingin mengajak masyarakat yang masih sehat dan tidak memiliki penyakit diabetes untuk senantiasa berhati-hati menjaga tubuhnya. Melalui tagline "Kurangi gula, perbanyak gerak, hiduplah sehat," CIMSA Region V berpesan kepada masyarakat agar mengurangi konsumsi gula, memperbanyak olahraga dan aktivitas fisik, serta menjaga pola hidup sehat.

Kegiatan ini juga diisi dengan agenda talkshow yang disapaikan oleh Dokter Bowo, dari Persadia yang juga bekerja di Rumah Sakit (RS) Sardjito. Dokter Bowo menjelaskan bahwa diebetes adalah penyakit yang tidak gawat darurat tapi sangat berbahaya, sehingga bisa disebut dengan Silent Killer. Pengidap diabetes akan memiliki gula darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan insulin. Ia juga menyampaikan bahwa orang-orang yang biasa terkena penyakit diabetes adalah yang memiliki keturunan diabetes, obesitas, dislepidemi, hipertensi, dan biasanya adalah orang-orang yang sudah berusia di atas 45 tahun.

Gejala awal penyakit diabetes yang tampak yaitu polifagi (banyak makan), poliuri (sering kencing), dan polihipsi (banyak minum), serta penurunan berat badan. Beberapa pesan dari Dokter Bowo untuk orang yang tidak terkena diabetes untuk mencegahnya yaitu dengan makan dan olahraga teratur, menghitung kalori makanan, dan proporsional dalam mengonsumsi makanan apapun. Dokter Bowo juga berpesan kepada orang yang sudah memiliki penyakit diabetes agar tidak meningkat menjadi komplikasi yaitu dengan rutin melakukan pengecekan gula darah serta menjalankan pola hidup sehat.

Sebelum dan sesudah agenda talkshow peserta diminta untuk mengisi angket pengetahuan tentang diabetes. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa paham peserta tentang penyakit diabetes pasca diadakannya kegiatan ini. Beberapa peserta terlihat aktif bertanya pada sesi tanya jawab, dari yang mencari tahu informasi tentang diabetes hingga berkonsultasi tentang kesehatan diri.

Santi, salah seorang peserta kegiatan ini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. “Seneng karena ada masukan-masukannya, jadi tahu gejala diabetes, tahu cara pencegahannya, kita terima kasih atas masukkannya,” ungkap Ibu Santi. Selain itu harapan juga turut disampaikan oleh warga setempat terkait penyelenggaraan World Diabetes Day kali ini, salah satunya Panto, warga Sardonoharjo yang hadir, “Harapan saya nanti misalnya kalau anak-anak menyelenggarakan lagi bisa sukses,” ungkapnya. (rhn, adl)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar