Portal Baru untuk Penilaian

Portal di jalan kecil mengarah ke sisi masjid. (NUANSA/Ayu)

Nuansa Online ­– Terhitung dari tanggal 7 November 2017 portal-portal pembatas terpasang dibeberapa titik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Portal-portal yang berbentuk tiang tersebut tersebar mulai dari sebelah barat dan utara Masjid K.H. Ahmad Dahlan yang berbatasan dengan Gedung Pascasarja dan sebelah selatan UMY Boga.

Diwawancarai Nuansa pada Senin (20/11), menurut Eko Wahyudi dari bagian Pemeliharaan di Biro Aset, pemasangan portal-portal tersebut berfungsi agar kendaraan bermotor dan mobil tidak langsung masuk ke wilayah UMY Boga dan Masjid K.H. Ahmad Dahlan. “Itu memang tidak seratus persen untuk tidak boleh, tapi pejalan kaki masih boleh disitu, kita tidak melarang orangnya tapi motor-motor” jawab Eko ketika ditanyai mengenai portal yang masih memiliki celah untuk dilewati.

Eko juga menambahkan bahwa pemasangan portal sendiri dilakukan setelah adanya permintaan dari Rektor UMY, ketika melakukan tinjauan wilayah kampus bersama wakil rektor dan staff yang lain.  Pemasangan dirasa perlu untuk untuk mengatasi seringnya kerusakan di lantai keramik UMY Boga yang disebabkan oleh seringnya kendaraan bermotor dan mobil yang masuk kewilayah tersebut untuk memasukkan dan menurunkan barang. Selain itu, pemasangan juga dikarenakan seringnya kendaraan bermotor parkir disekitar Masjid K.H. Ahmad Dahlan yang menyebabkan estetika dari Masjid sendiri menjadi berkurang.
Portal di jalan menuju ke UMY Boga. (NUANSA/Ayu)

Dalam Rangka Visitasi Reakreditasi
Pemasangan portal yang baru dilaksanakan saat ini ternyata berkaitan dengan adanya visitasi untuk reakreditasi kampus oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Oleh karena itu, UMY mempersiapkan diri dengan membenahi segala sarana dan prasana yang ada termasuk diantaranya pemasangan portal. Alhadi, selaku kepala Urusan Lingkungan dan Kawasan (LINGKAWAS) UMY, membenarkan hal tersebut karena ia juga ikut ketika tinjauan wilayah kampus dilakukan. Ia juga mendengar bahwa pecahnya keramik di UMY Boga itu berbahaya dan dapat membuat orang-orang terjatuh, hal ini juga akan mempengaruhi penilaian untuk reakreditasi kampus. “Kan ada simulasi nanti kan kalo sudah dikasih masukan gitu kok nggak dilaksanakan istilahnya nanti kalo nilainya jelek kan istilahnya sama dengan bunuh diri, nggak menghindahkan tim penguji” jelasnya.
Portal di jalanan kecil sisi Selatan masjid. (NUANSA/Ayu)


Terkait pemasangan portal, banyak mahasiswa yang menyambut baik hal tersebut salah satunya Sigit Rosyadi, menurutnya pemasangan portal membuat taman Masjid K.H. Ahmad Dahlan terlihat menjadi lebih rapi karena tidak adanya kendaraan bermotor yang parkir sekitar wilayah tersebut. “Kalo kita melihat kejadian yang sebelumnya, banyak kendaraan yang menghalangi pemandangan juga jadi keliatan nggak rapi, parkiran motor ya harus disediakan sendiri, jadi kalo ada pemasangan ini jadi lebih baik, jadi keliatan rapi, tidak ada kendaraan bermotor yang nyerempet di area taman” jelas mahasiswa International Program of Laws and Shariah (IPOLS) angkatan 2017 ini.  (ska)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar