Peringati Hari Pahlawan, UMY Kembali Gelar Upacara Bendera

Peserta upacara berbaris di halaman Gedung A. R. Fachruddin, UMY (10/11). (Foto: NUANSA/Ayu)

Nuansa Online - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melakukan upacara untuk memperingati Hari Besar Nasional yang ketiga kalinya. Kali ini upacara dilakukan dalam memperingati Hari Pahlawan pada Jumat (10/11), di halaman depan Gedung AR. Fachruddin.

Seperti upacara sebelumnya, peserta berasal dari perwakilan lembaga mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UMY. Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Hilman Latief, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK. Upacara kali ini juga dihadiri oleh beberapa petinggi Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA).

Resimen Mahasiswa (Menwa) UMY kembali bertindak sebagai pelaksana teknis yang menjalankan upacara. “Kami menyiapkan teknis, dimana jalannya upacara dan bagaimana nanti petugasnya,” jelas Muhammad Fulam Arif, Komandan Upacara pada pagi hari kemarin. Arief juga menyebutkan keterlibatan pihak lain seperti UKM Sunshine Voice sebagai pengisi paduan suara, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) UMY, serta LPKA sebagai penyedia sound system dan konsumsi.

Menurut Yayan Zulyandha, Wakil Komandan Menwa UMY, upacara tersebut menunjukkan bahwa acara ini telah sepenuhnya didukung oleh Rektor. “Jadi ini terealisasi dari perintah rektor langsung, dari 28 Oktober kemarin. Beliau memerintahkan kita harus mengadakan lagi upacara seperti ini dengan harapan seluruh mahasiswa bisa ikut berpartisipasi aktif. Kampus Alhamdulillah mendukung, support banget,” jelasnya.

Yayan juga mengungkapkan bahwa upacara memperingati Hari Pahlawan ini bukan main-main. “Jadi ini upacara bukan main-main, memang kita untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme agak susah, dari dasarnya dulu, kalau kita merasa nasionalis kita harus tahu dasarnya, ini-lah yang diajarkan kepada kita dahulu, dasarnya ya melalui upacara ini, yang penting tahu dasarnya dulu kemudian kita bisa melangkah lebih jauh, kalau kita tidak bisa menghargai makna upacara, harusnya jangan katakan nasionalisme,” jelas Yayan.

Dalam amanah inspektur upacara, Hilman Latief mengingatkan kepada mahasiswa untuk senantiasa memberikan semangat perjuangan yang telah didirikan oleh para pahlawan pada seluruh elemen masyarakat. “Mengapa demikian, karena bisa jadi semangat perjuangan itu akan redup dan kemudian akan padam. Tugas kita sebagai generasi baru adalah bagaimana menjaga agar api perjuangan para pahlawan terus menyala, memberikan semangat kepada kita semua dalam mengisi kesempatan-kesempatan yang ada masa kini,” nasehat Hilman. Hilman kemudian menutup amanahnya selaku inspektur upacara dengan menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi pahlwan untuk diri sendiri dan menenetukan masa depan sendiri, “Dengan begitu anda juga mampu ikut menentukan masa depan orang lain,” tutupnya. (ran
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar