Kafetaria UMY Dibuka, Kantin Fakultas Ditutup

Mahasiswa sedang memilih makanan di Kafetaria baru, Lantai Dasar Gedung K.H. Ibrahim. (Foto: NUANSA/Raul)

Nuansa Online - Kafetaria Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah dibuka sejak Kamis, 14 September 2017. Kafetaria UMY adalah kantin yang bertempat di lantai dasar Gedung E7. Febri selaku Koordinator Kafetaria UMY menuturkan bahwa makanan dan minuman yang disajikan di kafetaria UMY adalah makanan dan minuman yang siap saji. “Makanan snack maupun sebagainya yang sudah kita standarisasi kemudian siap disajikan oleh Kafetaria ini. Jadi tinggal dipanasi dengan microwave, kemudian yang sop, bakso, dan sebagainya itu bisa dengan kompor,” ungkapnya.
Febri mengungkapkan bahwa pengelola Kafetaria UMY adalah Majelis Ekonomi Wilayah Muhammadiyah (MEWM). Kemudian MEWM menunjuk satu koordinator untuk mengelola Kafetaria UMY. Sedangkan supplier dari Kafetaria UMY adalah Ranting dan Cabang Muhammadiyah serta Aisyiyah yang telah mengajukan proposal dan telah dievaluasi. “Kalau pengelolanya itu dari Majelis Ekonomi Wilayah Muhammadiyah. Kemudian dari Majelis Ekonomi Wilayah Muhammadiyah menunjuk koordinator satu orang untuk menangani Kafetaria ini, tapi tetap melibatkan Ranting dan Cabang Muhammadiyah Yogyakarta. Tetapi kalau akhirnya tetap sama, nanti kembalinya ke umat. Jadi ini juga kembali ke UMY lagi, ada bagi hasil dengan UMY juga,” jelasnya.
Kafetaria UMY berkonsep ‘Unggul dan Islami’ karena melibatkan Ranting dan Cabang Muhammadiyah dalam pengelolaannya serta ingin membangun suasana yang Islami. “Konsep kafetaria UMY adalah spiritual Unggul dan Islami,’ itu kita pertama melibatkan Ranting dan Cabang Muhammadiyah. Harapanya nanti kedepan, karena Ranting ini bagian terkecil dari Muhammadiyah dan karena UMY juga bagian dari Muhammadiyah maka ada siklus ekonomi yang berjamaah disitu. Harapanya Ranting Muhammadiyah diperdayakan disini kemudian ada infak yang masuk ke ranting, sehingga bisa untuk menghidupi ranting tersebut semisal untuk pengajian bisa mengambilkan dari kas yang bisa dikatakan dari Kafetaria cabang maupun kantin itu. Yang kedua konsep Unggul dan Islami itu sendiri, tentu kita membanggun suasana yang Islami. Semisal ada kegiatan ketika waktu sholat ya, ini harus berhenti sejenak artinya harus segera melaksanakan sholat termasuk juga pegawainya berhenti menyesuaikan seperti itu,” tutup Febri.
Suryo Pratolo, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Keuangan dan Aset UMY mengungkapkan walaupun Kafetaria UMY terletak pada lokasi yang sama dengan kantin lama (red: sebelum dibersihkan dan dibangun gedung baru) namun pedagang kantin lama sudah tidak ada sangkut pautnya dengan kantin yang baru. “Tidak ada, kita tutup karena habis kontraknya dan sekarang kita persembahkan untuk Muhammadiyah yang dikelola Mas Febri,” ungkapnya.
Siti Allawiyah Anjani, Mahasiswi PBI 2015 mengatakan bahwa Kafetaria UMY sudah cukup nyaman tetapi kurang memberikan pilihan pada makanan. “Kalo nyamannya sih udah dapet dan bersih, tapi pilihan makanannya masih sedikit sama harganya kalo bisa disesuaikan sama mahasiswa,” tutup Siti.
Penutupan Kantin Sementara di Semua Fakultas
Di sisi lain, Kantin Sementara di semua fakultas justru akan ditutup. Hal ini dikarenakan karena memang sifatnya yang sementara serta telah dibukanya Kafetaria UMY.
Mahasiswa tengah melintas di depan Kantin Fakultas Pertanian yang telah tertutup di Lantai 1 Lobi Fakultas Pertanian. (Foto: NUANSA/Awan)

Suryo Pratolo menuturkan Kantin Sementara diadakan karena dahulu kantin yang lama dibersihkan untuk dibangun gedung sehingga mahasiswa tidak ada tempat untuk makan. Akhirnya diadakan Kantin Sementara di masing-masing fakultas.
Suryo menjelaskan jika Kafetaria UMY telah dibuka maka Kantin Sementara di masing-masing fakultas akan ditutup. “Kantin sementara kita tutup, karena dulu kan kantin ini (kantin lama) kita bersihkan untuk dibangun gedung, makanya kan mahasiswa tidak ada tempat untuk makan, untuk itu kita adakan kantin ‘sementara’ disetiap fakultas. Jadi namanya kantin sementara sampai menunggu kafetaria UMY ini selesai,” jelas Suryo.
Beliau menambahkan tidak ada pemindahan Kantin Sementara. “Pemindahan kemana? Tidak ada pemindahan, yang ada ditutup karena namanya ‘Sementara’ kok,” imbuh Suryo.
Rofiq selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U) mengajak lembaga dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di fakultas untuk selalu mem-follow up permasalahan kantin ini. “Disini DPM-U mengajak peran dari lembaga-lembaga fakultas agar berkomunikasi dengan Dekan-Dekan Fakultas supaya nanti Dekan juga ada komunikasi ke Universitas agar adanya keputusan yang terbaik. DPM-U siap mengadvokasi ke rektorat,” ungkap Rofiq.
Nissa Hakim Nabilla, mahasiswa Fakultas Hukum menerangkan pentingnya kantin sementara untuk mahasiswa. “Penting sih menurut aku, soalnya fakultas aku jauh dari UMY Boga dan disana harganya ga semua pas buat mahasiswa,” ujar Nissa.
Hal senada juga diungkapkan oleh M Abid Rizky Multazam, mahasiswa Fakultas Teknik, yang mengatakan kantin tersebut tersebar dan berguna bagi mahasiswa. “Saya kan juga penikmat kantin itu, soalnya kan lokasi kantin itu tersebar tidak cuman ada di satu tempat, jadi misal kita lagi kuliah, kita tinggal keluar aja buat beli makanan, deket. Enak bisa milih,” jelas Abid. (ans, awan)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar