Perkuat Studi Halal, UMY Launching Halalan Thoyyiban Centre



Penandatanganan dan peresmian Halal Thoyyiban Centre oleh Wakil Rektor 4, Hilman Latief, dan Winai Dahlan dari Halal Science Center Chulalongkorn University Bangkok, di Amphiteater E6 Gedung KH. Ibrahim, UMY, Kasihan, Bantul (9/9). (Foto: NUANSA/Surya)

Nuansa Online - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meresmikan Halalan Thoyyiban Centre (HTC) pada Sabtu (9/9). Peresmian tersebut dibarengi dengan Kuliah Umum bertajuk ‘The Role and Responbility of Dakwah Muhammadiyah in Promoting Halal’ bertempat di Amphiteater E6 Gedung KH. Ibrahim.

Ketua pelaksana, Iman Permana menyampaikan beberapa hal terkait dengan HTC UMY tersebut. “Bagaimana sekarang UMY sebagai pusat akademis berbasiskan lembaga masyarakat yang besar bisa membantu mengedukasi.Visi dan misi HTC UMY tidak saja menjalin efidensi berbasis ilmiah tapi juga bagaimana kita bisa menyampaikan pesan itu ke masyarakat sehingga tepat sasaran. Sebenarnya usaha ini sudah dirintis lama, dulu sudah diinisiasi. Kita sudah punya MOU lima tahun yang lalu oleh program studi Farmasi, kita sekarang lebih memperkuat MOU dan memperpanjang MOU sehingga harapannya dapat  lebih menyentuh masyarakat lebih luas,” paparnya dalam sambutan.

Hilman Latief, Wakil Rektor 4 bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK, dalam sambutannya menyampaikan beberapa pernyataan terkait dengan HTC UMY. “HTC ini banyak sekali yang dapat dikerjakan, bukan hanya dalam konteks Muhammadiyah tapi juga dalam edukasi sebagai sebuah lembaga riset. Dalam konteks Muhammadiyah saya rasa itu sangat perlu, panduan-panduan sederhana seperti menyembelih yang baik itu seperti apa. Negara-negara maju diluar sana sudah menerapkan konsep thoyyiban dan diharapkan semoga Islam dapat menerapkan kedua-duanya yaitu Halal dan Thoyyib,” terangnya.

Trijoko Wisnu Murti, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam kuliah umumnya turut menekankan pentingnya studi tentang halal. “Halal bukan hanya secara zat melainkan juga secara proses pembuatan dari setiap produk yang dihasilkannya, dan mari kita jadikan makanan maupun produk produk halal menjadi gaya hidup yang selalu ada dalam setiap kehidupan kita,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Halal Science Center Chulalongkorn University Bangkok, Winai Dahlan dalam kuliah umumnya juga menyampaikan urgensi memahami halal. “Pengetahuan tentang halal adalah hikmah yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Halal juga bukan produk bisnis yang diperjual belikan akan tetapi halal merupakan aqidah bagi setiap muslim,” ungkapnya. (cdl, mhr)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar