Harmonisasi Seni dan Tani dalam Peringatan Hari Tani Nasional 2017.



Nuansa Online - Forum Kerjasama dan Komunikasi Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia Koordinator Wilayah III (FKK HIMAGRI Korwil III) memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September 2017 di 0 (nol) Km Yogyakarta (25/09). Melalui tema ‘Harmonisasi Seni dan Tani’, FKK HIMAGRI ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap aksi yang seringkali dipandang negatif. Hari Sovia Aswar atau Awang selaku Ketua Penyelenggara mengatakan bahwa gabungan aksi dan seni diharapkan dapat mengundang ketertarikan kawula muda untuk meningkatkan daya aspirasi sebagai mahasiswa pertanian Indonesia.

Awang menceritakan bahwa terdapat dua tujuan utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Tujuan petama yaitu untuk menjalin silaturahmi dengan kawan-kawan mahasiswa pertanian, khususnya untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng). Tujuan kedua yaitu memperingati hari besar pertanian Indonesia. “Banyak sekali warga atau masyarakat-masyarakat pertanian yang memang sering terlupakan. Hari ini hari kita, hari besar, bisa dikatakan hari lahirnya hari tani. Dilatarbelakangi dasar agraria yang semakin tahun semakin banyak yang dihilangkan, khususnya dari sepatu kulit yang ada,” ujarnya.

Aksi ini diikuti oleh beberapa himpunan mahasiswa pertanian se-DIY dan Jateng dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Tidar (UNTIDAR), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Akademi Pertanian Yogyakarta (APTA), dan Institut Pertanian (INSTIPER). ‘Harmonisasi Seni dan Tani’ terlihat dari berbagai himpunan mahasiswa yang menampilkan pertunjukkan musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan teatrikal yang menggambarkan penindasan petani di masa kini.

Menanggapi peringatan Hari Tani Nasional 2017, Sukadi selaku Ketua FKK Himagri Korwil III menuturkan bahwa pertanian Indonesia sangat kompleks dan penuh dinamika karena tidak dapat dipandang dari satu sisi saja. Menurutnya, pertanian di Indonesia sebenarnya dapat berkembang karena letak geografis yang sangat potensial.  Ia menyayangkan pola pikir masyarakat yang masih menganggap remeh sektor pertanian dan berharap mahasiswa pertanian dapat membuktikan bahwa mereka berperan penting dalam sebuah masyarakat. “Ya kalau pertanian macet, petani sudah tidak ada yang menanam, ya Alhamdulillah. Sudah tahu sendiri, cabe naik sedikit sudah koar-koar, beras naik sedikit sudah repot, apalagi kalau seluruh petani Indonesia itu tidak mau berbudidaya untuk dijual dan hanya untuk konsumsi sendiri. Yang bidang lain mau ngapain?” tandas Sukadi. “Itulah pentingnya pertanian,” tambahnya.

Aksi Hari Tani Nasional 2017 dimulai sejak pukul 16.00 dan berakhir pukul 17.40 WIB. Para peserta aksi berharap pertanian Indonesia semakin berkembang di kemudian hari.

“Harapan saya untuk seluruh petani muda mahasiswa pertanian kita harus tau bahwa kondisi pertanian saat ini memng pada saatnya kita harus bangkit kita nggak bisa diam saja kita harus turun ke masyarakat” – Andri Antono (Himpunan Mahasiswa Agroteknologi UMY)

“Ini adalah sebuah bentuk luar biasa yang harus diapresiasi. Bahwa kita yang masih duduk di bangku kuliah ini, yang statusnya masih mahasiswa, masih peduli dengan petani-petani Indonesia,” – Mukalil Akbar (Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Agroteknologi UPY)

“Harapan saya bagi petani, semoga di Indonesia ini petani semakin maju, baik dari teknologi maupun yang lainnya,” - Enggal Bagus Yulianto (Ketua HIMAGROTA / Himpunan Mahasiswa Agronomi APTA)

“Sebenarnya acara ini merupakan salah satu acara yang bagus bagi mahasiswa untuk mengingatkan perannya sebagai Agent of Change, jadi tidak disibukkan dengan akademis saja. Kita datang kesini, ketemu orang-orang hebat kayak gini,” - Rizka Untesa Putri (Ketua Divisi Penguatan Eksternal IMAGRO UGM)

“Harapannya agar pertanian nanti lebih luas lagi dan mencapai cita-cita pemerintah 2045 untuk swasembada pangan,” – Fuad Fahmi (IMPS / Ikatan Mahasiswa Program Studi Agroteknologi UST)

“Harapannya acara ini memang mengena untuk masyarakat, agar masyarakat sadar pentingnya peran petani. Petani Makmur,” - Abdulah Syahputra ( IMADATA / Ikatan Mahasiswa Budidaya Pertanian INSTIPER)
“Pokoknya acara ini benar-benar merefleksikan kita mahasiswa pertanian. Harapannya untuk pertanian Indonesia makin maju sehingga meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.” -  Taufik Hidayat (Himpunan Mahasiswa Agroteknologi / HIMAGRO UNTIRDA)

Harapan lainnya juga hadir dari Sukardi, ia berharap kedepannya acara ini agar lebih baik lagi sehingga tidak ada sekat antara mahasiswa dan masyarakat. “Pengawalan itu perlu, pengawasan itu penting untuk pertanian Indonesia yang lebih luas” tambahnya. (ann,ska)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar