Toilet Umy, Toilet Kita

Mahasiswa sedang melintas di depan toilet kampus yang terletak di kawasan UMY Boga. (Foto: NUANSA/Nurul)

Fahmi Yunisa
Dosen Prodi Kedokteran Gigi FKIK UMY

Toilet merupakan salah satu fasilitas penting yang harus tersedia di lingkungan kampus. Saat ini, disetiap lantai gedung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah dilengkapi dengan minimal dua toilet, yaitu putra dan putri. Namun apakah toilet-toilet tersebut telah memenuhi kriteria yang ideal? Mari kita telaah apa saja syarat toilet ideal.

Toilet harus selalu kering, bersih, dan tidak berbau. Toliet yang kering akan menjamin berkurangnya resiko pertumbuhan jamur, bakteri, dan lumut di dalam toilet. Hal ini dicapai dengan terjaminnya sirkulasi udara, pencahayaan yang baik, tersedianya pengering tangan/tisu serta keset di pintu toliet dan di bawah urinoir. Sirkulasi udara yang baik didapatkan dari ventilasi pada dinding toilet dan pintu toilet. Sirkulasi udara yang baik akan menjamin toilet selalu dalam keadaan kering, tidak lembab, dan tidak berbau. Toilet yang lembab akan memudahkan perkembangbiakan dan penyebaran mikroorganisme.

Pencahayaan yang paling baik didapatkan dari sinar matahari, sehingga menjamin toilet selalu kering dan tidak lembab. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya menggunakan lampu  yang terang. Ada pemahaman yang keliru di kalangan masyarakat kita tentang pencahayaan toilet, karena toilet itu jarang digunakan, maka diberi cahaya yang secukupnya saja. Seharusnya toilet dibuat terang, agar mikroorganisme tidak berkembang disana.

Pengering tangan atau tisu harus tersedia di dalam toilet. Hal ini dimaksudkan agar tangan pengguna toilet selalu kering. Demikian pula keset yang ada di pintu toilet, di bawah wastafel dan di bawah urinoir. Semuanya bertujuan agar lantai toilet selalu kering. Hal ini dibarengi dengan penggantian keset secara berkala. Adanya air bersih yang mengalir adalah syarat yang mutlak toilet ideal.

Pengecekan berkala oleh petugas diperlukan untuk selalu mengontrol kondisi toilet. Apakah toliet dalam keadaan bersih, kering dan secara berkala membersihkannya. Adanya sabun cuci tangan di toilet, membiasakan pengguna toilet untuk mencuci tangan setelah melakukan aktivitas di  toilet, sehingga meminimalkan penyebaran mikroorganisme ke luar toilet. Kemudian, tersedianya tempat sampah tertutup yang bisa dibuka tanpa menggunakan tangan. Ini dimaksudkan untuk meminimalkan kontak tangan dengan tempat sampah, sehingga mengurangi resiko terpaparnya bagian tubuh oleh mikroorganisme yang menempel di tempat sampah.

Menilik dari persyaratan ideal toilet di atas, ada beberapa catatan untuk toilet yang ada di kampus UMY tercinta ini. Secara umum, kondisi toilet di kampus UMY belum 100% ideal. Namun hal tersebut masih bisa diperbaiki, bahkan ditingkatkan. Ketersediaan tempat sampah yang ideal, pengering tangan / tisu, keset di bawah wastafel dan urinoir, pegangan untuk kaum penyandang disabilitas dan lansia, penanda jenis kloset dan larangan merokok, serta pencahayaan toilet yang lebih terang, adalah hal-hal yang perlu ditingkatkan ke depannya.  Selain itu perlu juga ditambahkan alat pelindung diri dan cek list perawatan toilet bagi petugas penanggung jawab toilet.


Mewujudkan toilet yang ideal, bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan kampus dan jajaran di bawahnya saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab semua civitas akademika UMY sebagai pengguna toilet, melalui budaya dan perilaku yang baik di dalam toilet. Dengan adanya toilet yang ideal, akan menjamin kenyamanan bagi penggunanya, sekaligus menjamin kesehatan dan keselamatan pengguna toilet dan orang-orang lain di luar toilet. 
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar