Tim Kesehatan UMY Ikut Membantu dalam Masa Ta'aruf 2017

Sumber foto: Dokumen Nuansa

Nuansa Online – Tim Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ikut membantu dalam pelaksanaan Masa Ta’aruf 2017 yang bertemakan ‘Muda Berkarya Menuju Transformasi Karakter yang berkualitas’, pada Senin (21/8), di Sportorium UMY.

Tim Kesehatan ini merupakan gabungan dari 5 organisasi kesehatan yang ada di UMY dengan mayoritas berasal dari 4 organisasi kesehatan yang ada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, yaitu Tim Bantuan Medis (TBM) Alert dari Program Studi (Prodi) Kedokteran Umum, Nurse Care Club (NCC) dari Prodi Ilmu Keperawatan (PSIK), Tim Bantuan Obat (TBO) dari Prodi Farmasi, Dental Emergency (Denmer) dari Prodi Kedokteran Gigi, dan yang terakhir merupakan kerjasama dengan UKM Korps Sukarela (KSR) UMY. “Dari 5 organisasi gabungan, mayoritas dari 4 organisasi di FKIK. Ada TBM Alert dari Kedokteran Umum, ada NCC dari PSIK, PBO dari Farmasi, Denmer Kedokteran Gigi, dan KSR dari UKM,” jelas Rizkan Triatmaja selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Kesehatan Mataf 2017.

Rizkan melanjutkan jumlah personil kesehatan yang diturunkan sekitar 72 orang dibagian panitia dan sekitar 100 dari 200 orang anggota Tim Kesehatan untuk Mataf Universitas. "Kalau untuk Tim Kesehatan kita  punya panitia Tim Kesehatan dan  anggota Tim Kesehatan. Terdiri dari sekitar 72 orang dari 7 divisi. Anggota Tim Kesehatan bertindak sebagai eksekutor, panitia ini mempersiapkan teknis, anggotanya sekitar 200 orang, untuk hari ini hampir 100 orang," jelasnya.

Proses-proses  yang dilakukan oleh Tim Kesehatan, menurut Rizkan, dimulai dari saat Technical Meeting dengan melakukan screening rekam medis dan mengelompokkannya ke dalam pita kuning, pita merah, atau tidak menggunakan pita. "Jadi sejak dari Technical Meeting  kita sudah melakukan anamnesis kalau dalam di dunia kesehatan, jadi kita melakukan wawancara, kita punya rekam medis dari Maba, itu kita screening, kemudian kita triage, triage itu kayak pengelompokkan mereka masuk ke pita kuning, pita merah, atau tidak, " jelasnya.

Rizkan melanjutkan bahwa ada pengedukasian bagi Maba yang disampaikan dari divisi edukasi dan ada Rumah Sakit Lapangan yang bersiaga di sudut-sudut tempat Mataf yang ditangani dari divisi medis."Setelah itu kita melakukan edukasi ada dari divisi edukasi terkait bagaimana harusnya mereka selama Mataf, kemudian ada divisi medis, divisi medis kita menyiapkan Rumah Sakit Lapangan, teman-teman bisa lihat di timur Sportorium ada  Rumah Sakit Lapangan," tutur Rizkan

Tahun ini Tim Kesehatan UMY berupaya mencegah agar tidak terlalu banyak Maba yang masuk ke Rumah Sakit Lapangan dan mencegah juga Mahasiswa baru yang masuk Rumah Sakit PKU, seperti yang diungkapkan oleh Rizkan.

Rizkan kemudian menambahkan bahwa personil Tim Kesehatan akan ditambahkan di hari ketiga Mataf. Hal ini dikarenakan lokasi Mataf jurusan yang lokasinya terpisah-pisah sehingga jumlahnya harus lebih banyak dari hari pertama dan hari kedua Mataf. "Personilnya Mataf selama 3 hari jaga tapi untuk hari ketiga itu kita tambahkan anggotanya, karena kita Mataf Prodi terpisah-pisah , itulah mengapa di hari ketiga lebih banyak ketimbang hari pertama dan hari kedua," tutup Rizkan.


(ALF, RAN) 
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar