Mataf FKIK 2017: Creating Innovation and Islamic Spirit to Increase The Competition of Health Workers in Global

Suasana Mataf FKIK selasa (22/8). (foto:Imam)

Nuansa Online-Dalam rangkaian Masa Ta’aruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf UMY), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menyelenggarakan Mataf yang bertempat di Gedung Olahraga UMY pada Selasa (22/8). Pada kali ini Mataf FKIK bertemakan “Creating Innovation and Islamic Spirit to Increase The Competition of Health Workers in Global”.

Acara dimulai dengan apel pagi yang kemudian dilanjutkan pembukaan Mataf FKIK oleh Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ditemui oleh Nuansa Rahzopan Seraguma sebagai Gubernur BEM FKIK menjelaskan bahwa mahasiswa FKIK tidak hanya memikirkan tentang akademik saja tetapi juga harus memikirkan tentang bangsa dan negara.

“Mahasiswa FKIK tidak hanya untuk menjadi seorang dokter, perawat, farmasi ataupun seorang dokter gigi yang hanya memikirkan akademik, yang peduli akan akademik saja tetapi juga harus memikirkan tentang bangsa dan negara kita lihatnya sekarang di kesehatan ini masih banyak masalah di Indonesia, Saya ingin menggali pemikiran bahwa dokter itu bukan hanya sebagai dokter tetapi juga bisa sebagai yang lain seperti pemimpin, justru kita harus menjadi pemimpin terdepan dalam memajukan kesehatan di Indonesia,” jelas Rahzopan.

Berbeda dengan Mataf fakultas lainya, dalam Mataf FKIK terdapat acara Tour The FKIK dimana mahasiswa baru diajak berkeliling untuk mengetahui ruangan-ruangan yang mereka gunakan dalam proses perkuliahan nantinya. Tidak hanya diajak berkeliling tetapi mereka juga di kenalkan dengan berbagai tempat dan fungsinya seperti laboratorium biokimia untuk melakukan praktikum. Menurut Rafi Abdulkarim Ahmad, selaku ketua panitia Mataf FKIK 2017 tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru ruangan mana saja yang digunakan selama proses perkuliahan berlangsung.

 “Kita ingin memperkenalkan kepada mahasiswa baru ruangan ruangan apa saja yang biasanya kami gunakan untuk kuliah sehingga waktu mereka masuk pertama kali kuliah mereka itu tidak bingung ruangan kami dimana, praktikumnya rasanya bagaimana, dan ruang tutorial itu bagaimana,” ujar Rafi.

Selain kegiatan Tour The FKIK, Mataf FKIK juga diisi dengan materi oleh beberapa pembicara seperti Prof. Dr. Abdul Rohman M.Si., Apt yang merupakan peraih penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa kategori Hak Cipta Bidang Ilmu Pengetahuan (Publikasi) dari Kemenristek Dikti. Beliau menyampaikan materi tentang kunci menjadi pembelajar sukses di perguruan tinggi sehingga bisa menjadi inovasi. “Kalau anda mau sukses menjadi seorang peneliti atau seorang dokter maka anda harus punya yang namanya tujuan,” Jelas Prof. Abdul. Beliau juga menambahkan bahwa mahasiswa FKIK juga harus suka melakukan penelitian.


Mataf FKIK diikuti oleh 490 mahasiswa baru yang terbagi dalam empat jurusan yaitu kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi, dan program studi ilmu keperawatan. Rafid Moya Barodi, mahasiswa baru kedokteran umum mengaku dengan adanya Mataf FKIK ini memiliki kenangan tersendiri. “Mataf kali ini memorable sekali dengan seabrek kegiatan yang tentunya bukan hanya bertujuan untuk orientasi saja namun juga mendidik bagaimana menjadi tenaga medis kedepanya,” ujar Rafid. 

(ENR/LIS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar