Mataf 2017 : Fokus Pada Karya dan Transformasi Karakter

Pemakaian jas almamater oleh Rektor UMY, Gunawan Budiyanto. (foto:Niar)

Nuansa Online-Pembukaan Masa Taaruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf UMY) dilaksanakan pada Senin (21/08). Diselenggarakan di sportorium UMY dan diikuti oleh 5.233 orang, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMY mengangkat tema “Muda Berkarya Menuju Transformasi Karakter yang Berkualitas”. BEM KM UMY selaku pelaksana acara menghadirkan tokoh Muhammadiyah, Muhammad Din Syamsuddin, tokoh nasionalis, Hanafi Rais dan juga seorang alumni, enterpreneur sekaligus penulis, Fadh Pahdepie.

Dalam sambutannya, Perhat Alfaz, selaku Ketua Panitia Mataf 2017 mengungkapkan, terdapat empat nilai penting yang menjadi landasan tema mataf, yaitu religiusitas, intelektual, nasionalisme, dan entrepreneur. “Dengan menghadirkan para tokoh tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi atau acuan mahasiswa baru untuk berkarya,” ucapnya kala ditemui Nuansa saat waktu istirahat.

Febi Fauzan Azmi, selaku Presiden Mahasiswa UMY menjelaskan bahwa transformasi karakter yang dibutuhkan mahasiswa baru adalah transformasi dari karakter yang kaku dalam pembelajaran semasa Sekolah Menengah Atas (SMA) menuju karakter yang memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan pembelajaran dalam hal ini mahasiswa. “Adapun karakter disipilin, religius, dan intelektual juga harus dimiliki seorang mahasiswa,” jelasnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Gunawan Budiyanto dalam sambutannya menyampaikan pada mahasiswa agar tidak menjadi mahasiswa yang perutnya sosialis namun ketika menjadi seorang pemimpin akan berperut kapitalis. “Untuk itu jangan sampai produk-produk pendidikan tinggi menjadi pemimpin dengan keserakahan, sehingga dibutuhkan pendidikan karakter sejak dini.”

Hadir pula Haedar Nashir selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2020 yang memberikan sambutan dan juga membuka secara simbolis acara Mataf UMY 2017 dengan memukul gong bersama Gunawan Budiyanto. Disusul dengan pemakaian jas almamater pada dua mahasiswa UMY dan empat mahasiswa internasional dari negara China, Thailand, dan Brazil.

Di sisi lain, Lisa, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, menyampaikankan tanggapannya mengenai Mataf 2017 ini. Menurutnya, secara keseluruhan sudah menyenangkan, tetapi masih ada beberapa sesi yang kurang membuatnya antusias, karena faktor audio yang kurang jelas. “Pada penyampaian materi, khususnya saat sosialisasi kampus, suaranya kurang jelas,” terangnya.

(JIH)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar