Guru Besar UMY Ke-6: Terjadi Fragmentasi Penanganan Masalah oleh Pemerintah

Guru Besar UMY ke-6, Achmad Nurmandi, sedang memberikan pidato pengukuhannya di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin B Lantai 5, UMY, Kasihan, Bantul (25/8). (Foto: NUANSA/Imam) 

Nuansa Online-Achmad Nurmandi, Guru Besar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IP UMY), menyinggung pengaruh yang ditimbulkan dari banyaknya aktor multisektoral yang terlibat dalam pemerintahan ketika penanganan suatu masalah. Pernyataan tersebut merupakan salah satu bagian dari pidato pengukuhan Guru Besar pada Jumat (25/8) di Gedung A.R. Fachruddin B lantai 5 UMY, Kasihan, Bantul.

Menurut Achmad Nurmandi, keterlibatan banyak sektor tersebut dapat menciptakan fragmented government. Guru Besar UMY ke-6 ini mencontohkan masalah fragmentasi pemerintahan terjadi pada pengelolaan penanganan kebakaran hutan dimana dari 93 organisasi yang ditetapkan pemerintah untuk penanganan, hanya 2 yang penting.

“Banyak organisasi akan menimbulkan masalah dalam kolaborasi,” ujar Achmad. Dalam kesimpulannya, Achmad Nurmandi menggarisbawahi fragmented government dapat menyebabkan lemahnya kolaborasi yang berujung pada menurunnya tingkat kepercayaan antar instansi pemerintahan.

Melalui pengalamannya sebagai konsultan dan akademisi dalam bidang birokrasi pemerintahan, Achmad Nurmandi menyarankan pemerintah mencontoh praktek organisasi yang dilakukan Muhammadiyah untuk menghindari fragmented government. “Muhammadiyah memberikan perspektif lain dalam pengelolaan pemerintahan, seperti dalam penelitian Jung, kekuatan Muhammadiyah adalah kekuatan institutional logic,” jelasnya.

Logika institusional dalam Muhammadiyah sendiri yaitu bunyanum marsus, atau tindakan kolektif-satu arah tujuan.  “Logika ini penting untuk pembenahan organisasi di pemerintah, apapun masalah di dunia ini tidak akan selesai kalau tidak ada collective action institusi dalam negara,” pungkas Achmad.

(LIS, MADA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar