Jas Almamater Maba Terlambat

Pengumuman terkait keterlambatan jas almamater pada loket registrasi mahasiswa baru di lantai dasar Gedung AR. Fachruddin B, UMY. (Foto: NUANSA/Awan) 

Sebanyak 200 Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Maba UMY) belum mendapatkan jas almamater yang seharusnya diterima sejak registrasi. Peningkatan jumlah Maba secara signifikan di tahun 2017 diakui pihak kampus UMY berdampak pada keterlambatan pembagian tersebut.

“Ya benar, terjadi keterlambatan pembagian jas almamater, terutama bagi mahasiswa yang melakukan registrasi pada gelombang ke-4,” ungkap Heru Sukamto, Kepala Biro Akademik UMY, ketika ditemui Nuansa (31/8). Heru juga turut meminta maaf atas kejadian tersebut.

Heru menjelaskan sebelumnya pihaknya telah menyiapkan sesuai dengan ketetapan jumlah mahasiswa yang akan diterima oleh universitas, namun ternyata diluar prediksi. Penyebab perbedaan jumlah akhir Maba yang diterima dengan ketetapan jumlah sebelumnya oleh kampus tersebut diakui tidak diketahui Heru.

Biro Akademik juga telah menyiapkan langkah strategis dengan menyiapkan jas almamater tanpa logo UMY untuk menyeragamkan mahasiswa saat Masa Ta’aruf (Mataf), tetapi Heru mengungkapkan usulan tersebut tidak diterima oleh Maba. “Selain itu, memprediksi ukuran badan mahasiswa tidaklah mudah, terutama bagi mahasiswa yang memiliki ukuran yang berbeda sangat jauh dengan yang lainnya, sehingga proses itu sedikit banyaknya mempengaruhi,” jelasnya. 

Beberapa almamater cadangan tanpa logo UMY di kantor Biro Akademik, Gedung AR Fachruddin A, UMY. (Foto: NUANSA/Niar)


Keterlambatan pembagian ini berdampak pada rangkaian Mataf 2017, karena dalam aturannya, mahasiswa diwajibkan untuk mengenakan jas almamater. Nerizza Avyana, mahasiswi Jurusan Agribisnis yang belum mendapatkan almamaternya turut menyayangkan hal tersebut, “Kecewa sih, karena di peraturan mataf harus memakai almet, jadi agak susah,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon (31/8). Demi mengikuti Mataf, ia menyiasati dengan meminjam jas almamater milik mahasiswa angkatan sebelumnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Biro Akademik akan membagikan jas almamater dalam jangka waktu dua minggu setelah Mataf. Hal ini juga menjadi bahan evaluasi dan pihaknya akan melakukan upaya pencegahan melalui stocking persediaan untuk tahun berikutnya.


(JIH/HRP)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar