Perjokian di Seleksi Ujian Masuk UMY, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Suasana pndaftaran mahasiswa baru UMY d Gd. Ar. Fachrudin A, UMY, Kasihan, Bantul.

Nuansa Online – Kasus perjokian ujian masuk Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) Gelombang III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah seminggu terbongkar oleh pihak penerimaan mahasiswa baru UMY. Dalam perkembangannya kepolisian sudah menetapkan satu tersangka berinisial RZ, perempuan berumur 26 tahun asal Pasuruan, Jawa Timur, yang ditahan sejak 5 Juni lalu setelah tertangkap sehari sebelumnya pada 4 Juni 2017.

Menurut keterangan Polisi Sektor (Polsek) Kasihan saat ditemui Nuansa, Selasa (13/6), penahanan RZ dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Wirogunan, dikarenakan di Bantul belum memiliki Rutan khusus perempuan. Proses penahanan juga dilaksanakan sebagaimana perkara lainnya, yaitu ditahan selama 20 hari dan diperpanjang 40 hari untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan RZ, yang merupakan alumni Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), ini bermula dari laporan penyelenggara ujian masuk UMY atas terjadinya tindak perjokian. “Awalnya kami menerima laporan dari pihak UMY atas terjadinya kasus perjokian ini, kemudian kami langsung melakukan penangkapan,” jelas AKP T Sinaga ketika ditemui di Polsek Kasihan bersama beberapa pihak kepolisian lainnya.

Salah seorang pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa berdasarkan penuturan RZ, dia sudah lama melakukan praktek perjokian ini, namun sempat berhenti untuk beberapa waktu, kemudian kembali melakukan paraktek tersebut. Pihak keluarga RZ sendiri sudah menjenguk dan meminta beberapa surat-surat.

Awal Terbongkar dan Kelanjutan Kasus

Dikutip dari koran Kedaulatan Rakyat edisi Senin, 5 Juni 2017, kasus ini terbongkar setelah dilakukan pengetatan oleh pihak kampus dalam ujian masuk UMY secara tertulis atau Paper Based Test (PBT) pada Minggu 4 Juni 2017 lalu. Dua peserta ujian yang menggunakan jasa joki ini langsung dinyatakan gugur dalam ujian masuk UMY. Salah satu peserta tersebut berinisial MI yang berasal dari Bekasi. MI ditawari cara agar lolos ujian masuk Jurusan Kedokteran UMY oleh seorang yang diketahui bernama Vito di sekitaran parkiran UMY. MI bersama Vito berbincang lebih jauh soal teknis melakukan ujian di sebuah homestay jalan Kaliurang dan disepakati bahwa MI sanggup membayar Rp 200 juta jika ia benar-benar bisa lolos ujian tersebut.

Menurut penuturan kepolisian, MI hanya diinstruksikan mengganti identitas di kertas ujiannya dengan nama Sri Rezeki asal Malang pada 15 menit terakhir dan RZ mengganti identitasnya dengan identitas MI, namun baik RZ dan MI tidak saling tahu bahwa teknisnya seperti itu. Hal ini yang kemudian dicurigai adanya aktor lain diatas aktor-aktor tersebut yang telah mengatur teknis seperti itu. Aksi keduanya sudah ketahuan sebelum mereka sempat menganti identitas mereka.

“Dia (red: MI) hanya diberitahu mengganti tiga angka dibelakang, tapi dia tidak tahu kalau teknisnya seperti apa, yang mengatur itu ya kemungkinan orang yang diatas joki itu,” jelas salah seorang pihak kepolisian.

Berdasarkan penuturan AKP T Sinaga, proses yang tengah dilakukan pihak kepolisian saat ini masih fokus pada tersangka untuk mencari lebih banyak bukti. “Saat ini kita masih fokus pada tersangka untuk mencari bukti-bukti lain, kalau ada jaringan itu bagaimana perkembangan hasil penyelidikan, untuk sekarang masih tahap pendalaman terhadap tersangka,” jelas AKP T Sinaga.

Tanggapan Pihak UMY

Ditemui Nuansa pada Kamis (8/6) lalu, Bahtiar Dwi Kurniawan selaku salah satu pihak penerimaan mahasiswa baru UMY mengatakan bahwa perjokian ini bukanlah kasus yang baru. “Perjokian ini sudah lama dari dahulu memang sudah ada, meski penyelenggara ujian memperbaharui sistemnya, joki juga mengembangkan cara mereka, ternyata masih ada celah yang bisa ditembus,” ungkap Bahtiar.

Bahtiar juga menjelaskan bahwa kasus seperti ini sebenarnya selalu terjadi, hanya saja tidak bisa terproses lebih lanjut karena yang tertangkap hanya satu aktor saja. “Pasti selalu ada kasus seperti ini, tapi ini yang terproses karena kedua aktor baik joki dan yang menggunakan joki tersebut tertangkap, jadi kasus ini bisa terproses,” terang Bahtiar.

Bahtiar menduga terdapat jaringan diluar joki dan pengguna jasa joki ini seperti aktor intelektualnya, sementara yang tertangkap saat ini hanyalah aktor lapangannya saja. “Ada aktor diluar ini, ada aktor intelektualnya, ada sindikatnya, dan yang tertangkap ini aktor lapangannya, diduga ada master mind-nya, ini yang saat ini masih diusust dari pihak kepolisian, siapa-siapa saja orangnya kita masih belum tahu,” jelasnya.

“UMY itu kampus yang saat ini sudah susah masuknya, jumlah peminatnya banyak, itulah yang mengundang adanya praktek perjokian,” tambah Bahtiar. Ia juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan tidak hanya Fakultas Kedokteran saja yang menjadi tujuan praktek joki ini, tetapi juga ada fakultas lain yang dituju.


(TM, RAN, SKA, NSW)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar